Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Ahmad Bagdja menyatakan keprihatinanya karena Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) yang kelahirannya difasilitasi NU kini dirusak dengan konflik yang melanda para pengurusnya.
âPKB yang dilahirkan NU telah dirusak sehingga tidak bisa dipakai alat perjuangan kepentingan Nahdliyin (sebutan untuk warga NU),â tuturnya dengan nada sedih kepada NU Online dihubungi melalui sambungan telepon, di Jakarta, Rabu (23/4).<>
Rencana Muktamar Luar Biasa (MLB) yang akan diselenggarakan oleh dua kubu, Muhaimin Iskandar dan Yenny Wahid dalam waktu dekat ini dinilainya hanya akan semakin memperparah konflik tersebut.
âDua kubu ini sudah nafsu sendiri-sendiri, tidak memikirkan PKB- nya. Kalau punya keinginan membesarkan PKB semestinya mereka rembug bersama untuk kepentingan PKB, kalau mau muktamar mestinya bareng-bereng,â tandasnya.
Bagdja yang juga ketua Forum Komunikasi dan Silaturrahmi Alumni Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia FOKSIKA PMII ini menegaskan jika mereka berhasil menggelar muktamar bersama, kalau memang Muhaimin Iskandar dianggap melakukan kesalahan bisa diminta bertanggung jawab dalam forum tersebut.
âIni maunya menang-menangan, menganggap yang lain salah. Semestinya bicara bareng, kalau ada yang salah bisa ditentukan oleh proses yang sebutlah MLB. Ini MLB dua tidak menyelesiakan persoalan,â tandasnya.
Upaya islah dengan difasilitasi oleh para kiai menurut Bagdja juga sulit untuk dilakukan karena di PKB sendiri sudah tidak ada kiai berpengaruh yang bisa menyatukan kedua kubu sedangkan kiai di luar juga tidak mau karena nasehat-nasehatnya tidak dianggap.
Penyelesaian melalui jalur hukum menurutnya juga bukan solusi yang tepat karena prosesnya yang berlarut-larut sehingga merugikan semua fihak sementara pemilu 2009 tak akan lama lagi.
Mengenai posisi PBNU, ia kembali menegaskan bahwa PBNU tak akan turut campur dalam konflik internal ini. (mkf)
Terpopuler
1
Muktamar ke-35 NU Digelar 1-5 Agustus 2026, Penentuan Tuan Rumah Gunakan Empat Kriteria
2
KH Nurul Huda Djazuli: Saya Cinta NU, Saya Tak Ingin Melihat Pengurus Bertengkar, NU dan Pesantren Harus Menguatkan
3
Seruan 13 Kiai Sepuh tentang AHWA Jelang Pembukaan Munas dan Konbes NU 2026
4
Rais Aam PBNU Kembali Gunakan Bahasa Arab dalam Khutbah Iftitah Munas-Konbes NU 2026
5
Ketum PBNU: Barokah Kiai Sepuh, Munas dan Konbes NU di Ploso Berjalan Sukses
6
Sidang Pleno II Munas-Konbes, Ketum PBNU Sebut Pelatihan Kader NU Jadi Fondasi Meritokrasi
Terkini
Lihat Semua