Jakarta, NU Online
PBNU siap menampung seribu anak yatim piatu atau mereka yang sudah tidak lagi bisa hidup normal untuk dididik di pesantren dan sekolahan. Dalam hal ini PBNU bertindak sebagai bapak asuh. Selain itu PBNU juga akan menyalurkan 5000 anak yang akan dikelola oleh Asosiasi Anak Yatim Piatu.
Pernyataan tersebut diungkapkan oleh KH Hasyim Muzadi dalam mensikapi nasib para anak yatim piatu korban bencana tsunami di Aceh dan Sumatra Utara. “Kita berfikir yang paling penting bagaimana mereka bisa terurus, bagaimana mereka bisa terangkut ke Jawa. Ini yang harus kita fikirkan secara serius. Pesantren kan memberi jaminan gratis, tetapi proses transportasi ke Jawa ini yang jadi masalah.
<>Ditegaskannya untuk menampung jumlah sebesar itu, pesantren dibawah naungan NU mungkin tidak terlalu masalah karena jumlah pesantrennya sendiri terdapat lebih dari 10.000. kemungkinan setelah ini berhasil jumlahnya akan ditambah.
Tentang maraknya isu kelompok agama tertentu yang berusaha mengadopsi anak-anak Aceh sebagai media untuk merubah keyakinan agama mereka, pengasuh Ponpes Mahasiswa Al Hikam Malang ini mengharapkan agar agama-agama yang tidak sama dengan agamanya penduduk kalau melakukan langkah kemanusiaan hanya sebatas misi kemanusiaan saja, tidak berbelok pada usaha menyebaran agama.
Hari ini Hasyim berangkat ke Aceh untuk melihat persiapan akhir dari Posko yang dibentuk oleh PBNU. Rencananya posko bantuan ini akan bersifat jangka panjang, bukan hanya jangka pendek mengurusi pengugsi, tetapi termasuk usaha pengembangan dan rehabilitasi pesantren dan sarana pendidikan lainnya.(mkf)
Terpopuler
1
Kepada Pengurus NU, KH Nurul Huda Djazuli: Tetap Ikhlas demi Menghidupkan NU
2
Seruan 13 Kiai Sepuh tentang AHWA Jelang Pembukaan Munas dan Konbes NU 2026
3
Rais Aam PBNU Kembali Gunakan Bahasa Arab dalam Khutbah Iftitah Munas-Konbes NU 2026
4
Sidang Pleno II Munas-Konbes, Ketum PBNU Sebut Pelatihan Kader NU Jadi Fondasi Meritokrasi
5
Khutbah Jumat Bahasa Jawa: Nguri-uri Kamulyaning Wulan Muharram
6
Khutbah Jumat: Pesan Rasulullah, Jangan Mencari-cari Kesalahan Orang Lain
Terkini
Lihat Semua