PBNU: Warga NU Tak Percaya PKB Lagi Bila Konflik Terus
NU Online · Jumat, 25 April 2008 | 13:03 WIB
Kritik keras disampaikan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) kepada Partai Kebangkitan Bangsa (PKB). PBNU menilai, warga NU tak akan percaya dan menaruh harapan lagi pada PKB bila partai berlambang bola dunia dan sembilan bintang itu berkonflik terus.
Kritik tersebut diungkapkan Ketua PBNU, Mustofa Zuhad Mughni, saat menjadi narasumber pada Halaqah pra Muktamar Luar Biasa (MLB) PKB kubu Ketua Umum Dewan Tanfidz Muhaimin Iskandar di Gedung PBNU, Jalan Kramat Raya, Jakarta, Jumat (25/4).<>
Mustofa yang juga salah satu deklarator PKB menjelaskan bahwa tanda-tanda ketidakpercayaan warga NU pada PKB sudah mulai muncul. Hal itu dapat dilihat dari menurunnya dukungan rakyat pada PKB saat Pemilihan Umum (Pemilu) 2004 lalu yang melorot 2 persen. Padahal, saat Pemilu 1999, PKB mendapat suara 12 persen dari keseluruhan 6 partai pemenang pemilu.
“Itu dapat diartikan bahwa rakyat tidak percaya pada PKB. Kalau konflik terus, maka rakyat dan juga warga NU akan semakin tidak percaya lagi pada PKB. Warga NU tidak akan menaruh harapannya lagi pada partai ini. Pada 2004, penelitian menyebutkan bahwa 60 persen pemilih di Indonesia mengaku NU,” jelas Mustofa.
Bukti lain, ungkap Mustofa, dapat dilihat dalam sejumlah pemilihan kepala daerah (pilkada) di Indonesia. Ia menilai, sejumlah kader NU cenderung tak lagi menggunakan PKB sebagai ‘kendaraan politik’ jika ingin mencalonkan diri dalam pemilihan gubernur, pemilihan bupati atau pemilihan walikota.
“Orang NU, kader NU atau pengurus NU lebih percaya diri jika mencalonkan melalui partai lain, tidak dengan PKB. Lihat saja di Jawa Timur, di Jawa Tengah atau daerah lain. Mereka lebih menggunakan partai lain dari pada PKB yang notabene partai yang dilahirkan NU,” papar Mustofa.
Karena itu, ia meminta kepada pihak-pihak yang terlibat dalam konflik PKB agar kembali memikirkan masa depan PKB yang merupakan wadah politik NU. Menurutnya, semua harus dikembalikan pada niat awal bahwa pendirian PKB untuk memperjuangkan aspirasi NU dan warganya. (rif)
Terpopuler
1
Diduga Tertipu Program MBG, 13 Pengasuh Pesantren Minta Pendampingan ke LBH Ansor
2
Khutbah Jumat: Allah Tidak Membebani Hamba di Luar Batas Kemampuannya
3
Respons Wacana Penutupan Prodi yang Dinilai Tak Relevan, LPTNU Tekankan Kebijakan Komprehensif
4
Pelaku Pelecehan Santriwati di Pati Sudah Dinonaktifkan
5
Jadwal Puasa Sunnah Selama Mei 2026
6
KPAI Desak Proses Hukum Tegas Kekerasan Seksual terhadap 17 Santri di Ciawi Bogor
Terkini
Lihat Semua