Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama (PCINU) Khartoum Sudan tahun ini telah berhasil memberangkatkan 27 jamaah haji.
Mereka berasal dari kalangan birokrat, pengusaha profesional yang bekerja di Pertamina, Tentara Negara Indonesia (TNI) yang ditugaskan oleh PBB dan tergabung dalam misi United Nation Mission (UNMIS) di Darfur dan berbagai daerah yang terlibat konflik, dan kalangan mahasiswa serta warga Indonesia yang menetap di Sudan<>.
Semua urusan administrasi ditangani oleh panitia haji yang telah didirikan oleh PCINU Sudan melalui surat keputusan No. 41 / A-1g / PCI-NU / IX / 2008 tentang Pembentukan Panitia Haji. Kepanitiaan yang selanjutnya menamakan diri dengan nama "Safarina Travel" telah bekerjasama dengan travel Sudan dan pihak-pihak terkait sehingga urusan haji bisa tertangani dengan baik dan mampu melancarkan perjalanan tamu Allah itu.
Jamaah haji dilepas di depan kampus International University of Africa (IUA) pukul 06.00 pagi waktu setempat pada Jum’at (28/11) kemarin.
"Kami melayani perjalanan jamaah haji mulai dari pemberangkatan sampai di Jeddah," kata Ketua Savarina Travel, DR Badrus Salam menjelang pemberangkatan.
Perjalanan yang memakan waktu tiga hari ini melalui rute darat dan laut, yaitu Khartoum – Port Sudan dengan bis dan Port Sudan – Jeddah dengan kapal laut 'As-Salam'.
"Kita akan menginap satu malam di Port Sudan," kata Badrus Salam yang baru menyelesaikan program Doktoral.
H Abdul Wahab Naf'an, Ketua PCINU Sudan yang juga Bendahara Safarina Travel berharap seluruh jamaah haji yang berangkat kali ini dapat menunaikan ibadah haji dengan nyaman.
“Kita berharap para jamaah mendapatkan ridho Allah SWT sehingga menjadi haji mabrur," katanya kepada kontributor NU Online Karimullah yang juga wakil ketua LTN NU Khartoum Sudan. (nam)
Terpopuler
1
Gus Kikin Kenang Perjuangan Nyai Machfudhoh Aly Ubaid untuk NU
2
Kiai Miftach Ingatkan Pentingnya Wirid hingga Akhir Hayat
3
Data Hilal Awal Bulan Jumadal Ula 1448 H
4
Status Gunung Anak Krakatau Siaga, Masyarakat Dilarang Beraktivitas dalam Radius 5 Km
5
Kemenhaj Cabut Izin KBIHU Al-Fatah karena Palsukan Data Dam dan Badal Haji
6
Material Pemadam Karhutla dari Brasil Diuji di Sumsel, Diklaim 10 Kali Lebih Efektif
Terkini
Lihat Semua