Para pelajar Nahdlatul Ulama (NU) tingkat Sekolah Menengah Umum (SMU) se-Jawa berkumpul di Madrasah Aliyah Sunan Pandan Aran, DI Yogyakarta, akhir pekan lalu. Mereka unjuk kebolehan dalam membaca puisi dalam Lomba Baca Puisi Tingkat SMA se-Jawa dan Workshop Sastra Pelajar Nasional.
Terdapat 180 ‘sastrawan pelajar’ yang merupakan peserta utusan dari SMU dan Madrasah Aliyah se-Jawa dalam acara yang digelar Pimpinan Pusat Ikatan Pelajar NU itu. Mereka mengadu kemampuan dalam berolah sastra. Demikian dilaporkan Kontributor NU Online, R. Riyadu Topeq.<>
Keluar sebagai juara dalam lomba itu, Juara I Eka Yunia Wardani (SMAN 2 Wonosobo, Jateng), Juara II Annisa Fauziah (SMUN I Yogyakarta) dan Juara III diraih Zulfa Hama (SMUN I Yogyakarta).
Sementara, Juara IV dan V diraih Sri Intan Laelatul F dan Ai Durotul Yatimah (MA Sunan Pandanaran, Yogyakarta).
5 pemenang lainnya, Badruzaman (MA an-Nawawei Purworejo, Jateng), Shofa Aulia Kumala (MA Sunan Pandan Aran, Yogyakarta), Farisatul Fathin (MA Sunan Pandanaran, Yogyakarta), Tities Anjar P. (MAN Temanggung, Jateng) dan Juara Harapan diraih Amalia Ulfah (MA Takhasus Wonosobo, Jateng), menjadi.
"Melalui momen seperti inilah, diharapkan akan mampu melahirkan sastrawan-sastrawan generasi baru dari kalangan pelajar yang kelak akan mampu menggantikan posisi generasi Taufik Abdullah, Gus Mus (KH Mustofa Bisri) dan sastrawan besar lainnya", ujar M. Nurudin, Wakil Sekretaris Jenderal PP IPNU.
Ia menjelaskan, dunia sastra di kalangan pelajar bukan suatu hal yang asing. Pasalnya, dalam setiap jenjang pendidikan di Indonesia, para pelajar selalu diberi materi pokok tentang sastra. “Namun, permasalahannya adalah sangat sedikit sekali pelajar yang berani unjuk gigi, untuk menampilkan ekspresi dan apresiasi sastranya,” tandasnya.
Direktur Mapenda Departemen Agama (Depag) Firdaus Basyuni yang juga hadir pada kesempatan itu, menjelaskan, pengembangan kreativitas siswa adalah program pokok Direktorat Pendidikan Madrasah Depag.
“Lomba seperti ini tentu sangat besar artinya bagi kepentingan pengembangan kreatifitas siswa. Jadi, sebaiknya kegiatan seperti ini menjadi agenda setiap tahun, ujarnya.
Zulfa Hama, Juara III yang meraih tropi PP IPNU itu mengungkapkan, sastra bisa mempengaruhi bangsa. Melalui apresiasi sastra pelajar itu, katanya, bisa ditunjukkan bahwa pada usia remaja pun, setiap orang dituntut untuk bisa jujur pada diri sendiri. (rif)
Terpopuler
1
Innalillahi, Prof KH Syukron Makmun Pengasuh Pesantren Daarul Rahman Jakarta Wafat
2
Gus Faiz Ceritakan Wasiat dan Keinginan KH Syukron Makmun sebelum Wafat
3
Kapolri Suyudi Sambangi Rais Aam dan Ketua Umum PBNU di Pesantren Miftachussunnah dan Tebuireng
4
Berita Duka dari Yogyakarta, KH Muhammad Nasikh Ridwan Wafat pada Usia 65 Tahun
5
BMKG: Sejumlah Wilayah Indonesia Berpotensi Kering hingga 24 Oktober
6
PWNU Jakarta Jadwalkan Pembukaan Konferwil XXI di Pesantren Al-Tsaqafah Ciganjur
Terkini
Lihat Semua