Pembangunan Terowongan Baru di Mina Tak Kurangi Kemah
NU Online · Rabu, 17 November 2004 | 03:23 WIB
Jeddah, NU Online
0Musim haji tahun 1425 Hijriah sisa sebulan lagi, pihak Kerajaan Arab Saudi semakin intensif melakukan persiapan di berbagai sektor untuk menghadapi kedatangan para dhuyufurrahman menunaikan ibadah rukun Islam kelima.
Salah satu sektor persiapan yang merupakan program unggulan Kerajaan Arab Saudi pada musim haji kali ini adalah mengantisipasi kemacetan di kawasan Arafah Mina dengan membangun dua terowongan baru di Mina yang menelan biaya lebih 350 juta Riyal Saudi atau sekitar Rp.865 milyar.
Dengan pembangunan kedua terowongan itu dapat berakibat adanya sebagian kemah harus diruntuhkan karena terkena jalur. Hal ini dibantah oleh Deputy Menteri Penataan Lingkungan Arab Saudi, DR. Habib Zainal Abidin, bahwa “tak satupun kemah anti api untuk jamaah haji di Mina dikurangi akibat proyek pembangunan terowongan baru yang tengah berjalan saat ini.” Demikian dilansir harian Okaz, edisi Selasa (16/11/2004).
<>Habib Zainal menambahkan “sekarang ini sedang didirikan kembali kemah yang tergusur akibat terkena jalur proyek terowongan baru di Mina, bahkan ada sebagian penambahan kemah untuk lebih memperbanyak daya tampung jamaah mabit.”
Sesuai musim haji tahun lalu, lebih 150 ribu unit kendaraan memasuki lokasi Mina selama tiga hari setelah wukuf, pada tanggal 10 Dzulhijjah, kendaraan masuk ke kawasan Mina hanya melalui 6 jalur dengan 87 ribu unit selama 24 jam atau sekitar 3,650 unit perjam sedang hari berikutnya yang masuk 77 ribu unit atau 3.210 unit perjam.
Dengan peroyek pembangunan terowongan baru tersebut dapat mengantisipasi kemacetan dan memperlancar lalu lintas di Mina sehingga jamaah haji dapat melaksanakan ritual ibadah dengan nyaman dan mendapat haji mabrur.
Kontributor : Yasin Santu
Terpopuler
1
Seruan 13 Kiai Sepuh tentang AHWA Jelang Pembukaan Munas dan Konbes NU 2026
2
Kepada Pengurus NU, KH Nurul Huda Djazuli: Tetap Ikhlas demi Menghidupkan NU
3
Muktamar ke-35 NU Digelar 1-5 Agustus 2026, Penentuan Tuan Rumah Gunakan Empat Kriteria
4
Rais Aam PBNU Kembali Gunakan Bahasa Arab dalam Khutbah Iftitah Munas-Konbes NU 2026
5
KH Nurul Huda Djazuli: Saya Cinta NU, Saya Tak Ingin Melihat Pengurus Bertengkar, NU dan Pesantren Harus Menguatkan
6
Sidang Pleno II Munas-Konbes, Ketum PBNU Sebut Pelatihan Kader NU Jadi Fondasi Meritokrasi
Terkini
Lihat Semua