Jakarta, NU Online
Migrant Care dan PPTKI mendesak pemerintah untuk mengambil langkah cepat pembebasan dua sandera TKW di Iraq. Pemerintah juga harus melakukan langkah-langkah inventarisasi terhadap warga negara Indonesia yang masih berada di Iraq. Demikian siaran pers yang diterima NU Online, Senin (4/10).
Pembebasan dua sandera yang diduga bernama Rosidah Bt Anam dan Rafikah Bt Aming, menurut Migrant Care akibat kelalaian Depnakertrans karena tetap memberangkatkan para TKI ke Iraq, seperti diketahui negara tersebut hingga kini dalam situasi perang. "Padahal baru-baru ini, Deplu RI sendiri pernah melakukan upaya pencegahan pengiriman 23 TKI ke Irak, namun hal ini tidak difollow-up lebih lanjut. Akibatnya, korban berjatuhan lagi," tegas koordinator Migrant Care Anis Hidayah dalam keterangan yang ditandatanganinya.
<>Migrant Care dan PPTKI juga mengecam invasi yang dilakukan Amerika ke Irak yang mengatasnamakan War Againts Terorism. Menurut LSM Indonesia peduli buruh migran yang berkantor di Cipinang, Jatinegara, Jakarta Timur ini, invasi AS terbukti telah mendorong terjadinya tragedi-tragedi kemanusiaan dan menimbulkan banyak korban. "Ratusan nyawa melayang, anak-anak kehilangan haknya untuk menatap masa depan dan perempuan-perempuan yang tidak berdosa terlantar. Para buruh migran yang bekerja di Irak tak luput juga dari mara bahaya akibat invansi Amerika ke Irak," tambahnya.
Dijelaskan juga, sebenarnya Pemerintah RI sudah tertampar dengan meninggalnya Fahmi Ahmad akibat serangan milisi Irak. Namun, pemerintah tetap memberangkatkan mereka. "Ini menunjukkan bahwa sistem administrasi Depnakertrans RI dan Deplu RI sangat buruk," tambahnya. Anis juga menambahkan kedepan pemerintah harus lebih menata proses pendataan pengiriman tenaga kerja di luar negeri mulai dari proses kelurahan hingga penempatan di luar negeri untuk meminimalisir kejadian yang merugikan TKI Indonesia.
Sekadar diketahui, Pemerintah RI hingga saat ini masih terus mencari jalan untuk mendapatkan kontak dengan para penyandera dua Warga Negara RI (WNI) di Irak. Keduanya ditahan bersama dengan dua warga negara Lebanon dan enam warga Irak lainnya oleh para penyandera di Irak" sejak Kamis (30/9) yang meminta tebusan dengan di bebaskannya Abu Bakar Ba'asyir. Pemerintah selain terus berupaya untuk pembebasan dua sandera itu, kini juga sedang melacak keberadaan keluarga Rosidah dan Rafikan di tanah air (cih)
Terpopuler
1
Muktamar ke-35 NU Digelar 1-5 Agustus 2026, Penentuan Tuan Rumah Gunakan Empat Kriteria
2
KH Nurul Huda Djazuli: Saya Cinta NU, Saya Tak Ingin Melihat Pengurus Bertengkar, NU dan Pesantren Harus Menguatkan
3
Seruan 13 Kiai Sepuh tentang AHWA Jelang Pembukaan Munas dan Konbes NU 2026
4
Rais Aam PBNU Kembali Gunakan Bahasa Arab dalam Khutbah Iftitah Munas-Konbes NU 2026
5
Ketum PBNU: Barokah Kiai Sepuh, Munas dan Konbes NU di Ploso Berjalan Sukses
6
Sidang Pleno II Munas-Konbes, Ketum PBNU Sebut Pelatihan Kader NU Jadi Fondasi Meritokrasi
Terkini
Lihat Semua