Pemerintah Diminta Jadikan Busung Lapar Masalah Darurat Nasional
NU Online · Senin, 27 Juni 2005 | 03:46 WIB
Jakarta, NU Online
Koordinator Laskar Anti-Busung Lapar PKB Zannuba Arifah Chafsoh meminta pemerintah menjadikan kasus busung lapar yang merebak di sejumlah daerah, terparah di NTB dan NTT, sebagai masalah darurat nasional sehingga penanganannya bisa lebih komprehensif.
"Penanganan busung lapar secara komprehensif mendesak untuk dilakukan, apalagi data Unicef menyebutkan sekitar lima juta anak balita di Indonesia mengalami gizi buruk," kata Yenny, panggilan akrab Zannuba, saat meresmikan Posko Laskar Anti-Busung Lapar PKB di Jalan Pangeran Antasari, Jakarta, Minggu.
<>Di wilayah DKI Jakarta, Laskar Anti-Busung Lapar PKB merencanakan membentuk sedikitnya 10 Posko setelah sebelumnya mendirikan posko-posko serupa di Jawa Tengah dan NTB. Posko tersebut bertugas memantau balita di kawasan yang rawan bagi munculnya kasus itu.
Lebih lanjut Yenny mengatakan, dengan ditetapkan penyakit akibat kekurangan gizi itu sebagai masalah darurat nasional maka penanganannya pun dapat memakai dana darurat sehingga penanganan secara cepat memungkinkan untuk dilakukan tanpa menunggu terjadinya kondisi yang lebih parah.
Ia juga mengimbau agar tidak terjadi saling tuding antara pemerintah pusat dengan daerah terkait siapa yang paling bertanggungjawab terhadap bencana itu, sebaliknya justru dibangun koordinasi yang mantap guna menangani penyakit yang menyerang anak-anak yang menjadi pemilik bangsa di masa depan tersebut.
"Tidak selayaknya terjadi saling tuding atau lempar tanggungjawab dalam masalah ini. Ini masalah kita bersama dan menyangkut masa depan bangsa juga karena anak-anak yang terkena busung lapar dan mengalami gizi buruk itu bukan sekedar anak orang tuanya tapi juga anak bangsa ini," katanya.
Oleh karena itu, tambah Yenny, seluruh elemen bangsa mesti juga turun tangan, termasuk partai politik yang selama ini kurang memberikan perhatian kepada masyarakat secara langsung. Berdasar alasan itu pula, katanya, PKB yang telah berkomitmen menjadi partai advokasi dan partai milik rakyat tergerak untuk turun langsung dengan membentuk laskar anti busung lapar dan memberi bantuan tambahan gizi bagi balita.
Saat peresmian posko yang juga dihadiri Sekjen DPP PKB Lukman Edy, Ketua DPP Hermawi F Taslim dan Andi Muawiyah Ramly, serta Wakil Sekjen Erman Hermawan dan Marwan Jakfar tersebut, PKB menggandeng sejumlah dokter dari Perhimpunan Indonesia Tionghoa guna memberi penyuluhan serta pemeriksaan gratis pada balita serta memnerikan bantuan paket berisi telor dan susu. (ant/Die)
Terpopuler
1
PWNU dan PCNU Se-Yogyakarta dan Jawa Tengah Tolak Pembatasan Ahwa hingga Perubahan Kedudukan Rais Aam
2
Khutbah Jumat: Tahun Baru Hijriah, Momentum Upgrade Diri Menuju Muslim yang Lebih Baik
3
Khutbah Jumat: Spirit Muharram untuk Menghadapi Era Modern
4
Usulan LF PBNU Atasi Perbedaan Awal Bulan Hijriah di Tengah Kesepakatan Imkanur Rukyah
5
Khutbah Jumat Bahasa Jawa: Nguri-uri Kamulyaning Wulan Muharram
6
Khutbah Jumat: Pesan Rasulullah, Jangan Mencari-cari Kesalahan Orang Lain
Terkini
Lihat Semua