Pemerintah Diminta Lebih Agresif Membantu Bank Syariah
NU Online · Senin, 19 Juli 2010 | 01:02 WIB
Peran pemerintah dalam mendorong industri perbankan syariah perlu ditingkatkan. Dengan demikian akan membuat pangsa pasar perbankan syariah menjadi lebih tinggi. Di lain pihak, partisipasi bank syariah ke sukuk masih rendah karena sesuai dengan market share perbankan syariah yang masih di kisaran 2,7 persen.
Menurut pengamat ekonomi syariah, Agustianto, partisipasi perbankan syariah di pasar sukuk rendah cukup wajar karena dana bank syariah banyak disalurkan ke sektor riil. Namun peran pemerintah untuk mendorong perbankan syariah dinilainya masih rendah. “Saat ini pemerintah hanya sekedar beri regulasi. Padahal perlu kebijakan misalnya dengan menjadikan salah satu bank BUMN jadi bank syariah dan lembaga-lembaga yang dimiliki pemerintah setor dana di bank syariah,” jelas Agustianto, Ahad (18/7).
;
Agustianto menambahkan dalam pasar sukuk, pemerintah telah cukup dalam melakukan sosialisasi. Namun untuk mendorong perbankan syariah, pemerintah dinilai belum terlalu berpihak kepada industri nonribawi tersebut. Ia mencontohkan dalam penyaluran dana operasional bagi perguruan tinggi negeri misalnya, dilakukan melalui bank konvensional dan tidak memberi peluang kepada bank syariah.
Oleh karena itu, lanjut Sekretaris Jenderal Ikatan Ahli Ekonomi Islam ini, perlu keberpihakan pemerintah dengan memberikan kesempatan bagi bank syariah untuk dapat menyalurkan dana operasional maupun sebagai bank penerima setoran biaya kuliah di perguruan tinggi sehingga dapat membuat industri perbankan syariah tumbuh lebih pesat. (ful)
Terpopuler
1
5 Santri Laki-laki Jadi Korban Pelecehan Seksual, Syekh Ahmad Al Misry Jadi Tersangka
2
KA Jarak Jauh Tabrak KRL di Bekasi Timur, Gerbong Perempuan Ringsek
3
Kisah Rombongan Gus Dur Diberondong Senapan di Timor Leste
4
Resmikan Klinik di Cilacap, Gus Yahya: Harus Profesional, Bukan Sekadar Khidmah
5
Innalillahi, Pengurus Muslimat NU Kemayoran Wafat dalam Kecelakaan Kereta di Bekasi
6
3 Orang Tewas dalam Tabrakan Kereta di Bekasi, KAI Minta Maaf Fokus Evakuasi
Terkini
Lihat Semua