Pemerintah Terpilih Harus Perbaiki Pelayanan Publik
NU Online · Senin, 11 Oktober 2004 | 14:09 WIB
Jakarta, NU Online
Presiden terpilih Susilo Bambang Yudhoyono dan Wapres Jusuf Kalla harus memperbaiki kualitas pelayanan publik, yang selama ini terus menjadi sorotan masyarakat. "Caranya, meningkatkan profesionalisme pelayan publik atau pegawai negeri dari pusat hingga daerah," kata ketua PB PMII Hasan Basri Sagala kepada NU Online, Senin (11/10).
Menurut mahasiswa Ilmu Politik pasca sarjana UI ini, perbaikan sektor pelayanan publik pemerintah tersebut paling tidak bisa mendekati kualitas layanan yang diberikan oleh sektor swasta (privat). Ada beberapa cara untuk meningkatkan mutu pelayanan publik tersebut, misalnya dengan memperbaiki standar upah pegawai negeri, meski hal ini membutuhkan anggaran besar.
<>Namun untuk meraih dalam jangka pendek, kata Hasan, paling tidak pelayan publik harus diingatkan kembali fungsi dan perannya sebagai abdi bangsa dan masyarakat, sehingga dalam kondisi apa pun harus tetap melayani secara baik. Mengenai kondisi pedesaan dan pertanian yang akan terabaikan dalam lima tahun terakhir, ia mengatakan, pemerintahan baru harus memberi perhatian lebih fokus pada pemerintahan kota/kabupaten dan pedesaan.
"Desa dan kelurahan yang sesungguhnya menjadi fokus utama dalam garda pengabdian dan pelayanan publik, selama ini malah terpinggirkan atau seperti jadi anak tiri dalam sebuah sistem pemerintahan," katanya. Hasan menjelaskan, fokus lebih ke pedesaan karena di kawasan ini berbagai sumberdaya, baik manusia, uang, dan material sangat terbatas, tetapi lebih banyak berada di tingkat provinsi maupun kota/kabupaten. (cih)
Terpopuler
1
Muktamar ke-35 NU Digelar 1-5 Agustus 2026, Penentuan Tuan Rumah Gunakan Empat Kriteria
2
KH Nurul Huda Djazuli: Saya Cinta NU, Saya Tak Ingin Melihat Pengurus Bertengkar, NU dan Pesantren Harus Menguatkan
3
Seruan 13 Kiai Sepuh tentang AHWA Jelang Pembukaan Munas dan Konbes NU 2026
4
Kepada Pengurus NU, KH Nurul Huda Djazuli: Tetap Ikhlas demi Menghidupkan NU
5
Rais Aam PBNU Kembali Gunakan Bahasa Arab dalam Khutbah Iftitah Munas-Konbes NU 2026
6
Ketum PBNU: Barokah Kiai Sepuh, Munas dan Konbes NU di Ploso Berjalan Sukses
Terkini
Lihat Semua