Pemilu Tanpa Nomor Urut Suatu Langkah Maju Bagi Demokrasi
NU Online · Ahad, 17 Desember 2006 | 14:07 WIB
Kupang, NU Online
Pengamat Politik dari Universitas Katolik Widya Mandira Kupang, Drs. Urbanus Hurek, MSi, berpendapat, jika gagasan Pemilu 2009 calon anggota legilatif tidak lagi menggunakan nomor urut bisa diakomodir, maka merupakan suatu langkah maju bagi demokrasi politik di Indonesia.
Ini juga sekaligus merupakan tantangan bagi para pengurus partai politik untuk bekerja ekstra membangun basis akar rumput, kata Urbanus Hurek, di Kupang, Minggu.
Menurut dia, sistem pemilu itu akan memberikan ruang bagi calon legislatif dengan nomor urut "buntut" untuk terpilih menjadi anggota DPR, asalkan mendapatkan suara terbanyak. Sistem ini lebih demokratis karena para pengurus partai politik dan kader merasa tertantang untuk bekerja lebih maksimal di lapangan.
"Artinya, pengurus atau kader yang tidak memiliki basis siap tersingkir dari proses rekruitmen untuk masuk ke lembaga legislatif," katanya.
Selain itu, tanpa nomor urut maka semakin terbuka ruang kompetisi dalam proses mobilitas elit dan pengurus partai hanya berperan sebagai fasilitator, tidak lagi sebagai penentu utama, katanya.
Dalam kaitan dengan peran partai politik ini, kata dia gagasan ini tidak akan mudah bisa lolos untuk menjadi sebuah undang-undang, karena ada kekuatiran dari para pengurus partai tidak mampu bersaing dengan sesama kader dalam merebut hati rakyat.
"Kita harus melihat kepentingan yang lebih besar dan gagasan ini sangat baik untuk sebuah kemajuan demokrasi di Indonesia yang harus mendapat dukungan," kata Urbanus. (ant/dar)
Terpopuler
1
Hukum Mengambil Air Masjid untuk Kebutuhan Warga Saat Kekeringan, Bolehkah?
2
KH Miftachul Akhyar: Muktamar Ke-35 Jadi Pelajaran NU untuk Berani Keluar dari Kebiasaan
3
Membaca Ulang Fiqih Pajak: Agenda yang Tersisa dari Muktamar Ke-35 NU
4
Hukum Suami Memanggil Istri dengan Sebutan Mamah atau Ummi
5
Presiden Prabowo Tiba di India untuk Hadiri KTT Ke-18 BRICS
6
GP Ansor Jatim Desak Pemerintah Tertibkan Sound Horeg dan Kecam Penghinaan terhadap Ulama
Terkini
Lihat Semua