Pengasuh Gontor: Pesantren Tak Mengajarkan Aksi Teror
NU Online · Ahad, 15 Mei 2011 | 04:00 WIB
Jombang, NU Online
Selama ini, pesantren sebenarnya tidak pernah mengajarkan aksi-aksi kekerasan. Juga tidak pernah mengajarkan cara merakit bom. Justru sebaliknya, pesantren selalu mengajarkan ukhuwah Islamiyah.
Demikian disampaikan Pengasuh Pondok Modern Daruissalam Gontor, Ponorogo Dr KH Hamid Fahmy Zarkasyi saat menjadi pembicara dalam acara Sarasehan Budaya memperingati Satu Abad Meninggalnya KH Abdul Wahid Hasyim, di di aula KH Yusuf Hasyim Tebuireng, Sabtu (14/15).<>
KH Hamid Fahmy Zarkasyi mengakui, beberapa tokoh Islam garis keras, misalnya Abu Bakar Ba'asyir adalah alumni Gontor. Hanya saja, kata Hamid, tidak bisa digeneralisir bahwa seluruh alumni Gontor adalah teroris. Sebab, menurutnya, tidak ada benang merah antara pesantren dengan radikalisme.
Hamid kemudian mencontohkan, KH Hasyim Muzadi, Din Syamsudin, Amien Rais, semuanya merupakan alumni Gontor. Tapi para tokoh nasional tersebut juga tidak masuk dalam gerakan garis keras. "Pak Hasyim Muzadi, Pak Din Syamsudin, adalah alumni Gontor. Jadi alumni Gontor itu bermacam-macam. Yang perlu dipertanyakan itu aliran apa yang dipelajari selepas dari Gontor," paparnya. "Salah besar jika ada orang yang menuding bahwa pesantren sebagai penghasil bibit teroris," imbuhnya.
Hamid menegaskan, upaya mengahadang laju gerakan terorisme adalah dengan meningkatkan pendidikan di masing-masing pesantren. "Terorisme tidak bisa diredam hanya dengan senjata, tapi yang lebih penting melalui pintu pendidikan," pungkasnya.
Redaktur: Mukafi Niam
Kontributor : Abdul Hady JM
Terpopuler
1
Khutbah Idul Fitri: Menjaga Fitrah Setelah Ramadhan Berlalu
2
Khutbah Jumat: Istiqamah Pasca-Ramadhan, Tanda Diterimanya Amalan
3
Muslim Arab dan Eropa Rayakan Idul Fitri 1447 H pada Hari Jumat, 20 Maret 2026
4
Khutbah Jumat: Anjuran Membaca Takbir Malam Idul Fitri
5
Khutbah Idul Fitri 2026: Makna Kemenangan dan Kembali Ke Fitrah
6
Khutbah Idul Fitri Bahasa Arab 2026: Jadilah Hamba Sejati, Bukan Hamba Musiman: Konsistensi dalam Ketaatan Setelah Ramadhan
Terkini
Lihat Semua