Pengasuh Pesantren Babakan: Proyek Tol Brangus Pendidikan Rakyat Kecil
NU Online · Sabtu, 1 Desember 2007 | 03:27 WIB
Cirebon, NU Online
Koordinator lapangan (korlap) demontrasi menolak proyek pembangunan Tol Cikampek-Palimanan yang juga salah seorang pengasuh ponpes Babakan Ciwaringin, KH Marzuki Ahal, dalam orasinya menegaskan, pihaknya menolak dengan tegas penggusuran lingkungan komplek Pondok Pesantren Babakan Ciwaringin. Pasalnya, rencana tersebut akan mengganggu kehidupan di lingkungan ponpes.
"Kami tidak menolak pembangunan jalan tol. Kami hanya menolak penggusuran lingkungan pondok pesantren untuk pembangunan jalan tol. Kami berharap agar jalur tol bisa ke sebelah utara dari yang ada," katanya saat memimpin demonstrasi, Jum'<>at (30/11) sore.
KH Marzuki mengatakan, dalam aksinya kali ini para santri juga menyatakan sikap bahwa kedatangan MenPU Djoko Kirmanto ke Ponpes Babakan tidak menyelesaikan masalah karena dipenuhi rekayasa. Selain itu, para pengasuh ponpes juga menuntut agar jalur tol menggunakan trase 2006 bukan trase tahun 1996. "Bila tol tetap melintasi wilayah pesantren maka akan memberangus keberlangsungan pendidikan rakyat kecil," tegasnya.
Hal senada diungkapkan penanggung jawab aksi unjuk rasa, KH Zamzami Amin. Dia menyatakan, penolakan penggusuran ponpes untuk jalan tol tersebut merupakan harga mati. "Jika penggusuran ponpes itu tetap dilakukan, maka akan ada perlawanan fisik yang menyebabkan darah mengalir. Hal itu seperti yang pernah terjadi pada masa penjajahan Belanda," tandasnya.
Sementara itu pengurus DPP PKB, KH Maman Imanul Haq saat turut berunjuk rasa meminta kepada mentri PU Djoko Kirmanto agar dapat kembali ke Cirebon dan melakukan dialog dengan semua pemilik tanah yang akan dilalui jalan tol baik yang setuju maupun tidak.
"Masalah ini harus disikapi secara bijak. Karenanya saya meminta kepada Mentri PU agar kembali melakukan dialog dengan para pemilik tanah yang informasinya ada yang menolak dan ada pula yang tidak. Hingga masalah ini bisa menjadi clear sesuai keinginan bersama," ujarnya. (ksd)
Terpopuler
1
Muktamar ke-35 NU Digelar 1-5 Agustus 2026, Penentuan Tuan Rumah Gunakan Empat Kriteria
2
KH Nurul Huda Djazuli: Saya Cinta NU, Saya Tak Ingin Melihat Pengurus Bertengkar, NU dan Pesantren Harus Menguatkan
3
Seruan 13 Kiai Sepuh tentang AHWA Jelang Pembukaan Munas dan Konbes NU 2026
4
Rais Aam PBNU Kembali Gunakan Bahasa Arab dalam Khutbah Iftitah Munas-Konbes NU 2026
5
Ketum PBNU: Barokah Kiai Sepuh, Munas dan Konbes NU di Ploso Berjalan Sukses
6
Sidang Pleno II Munas-Konbes, Ketum PBNU Sebut Pelatihan Kader NU Jadi Fondasi Meritokrasi
Terkini
Lihat Semua