Jum'at (8/8) kemarin, pasukan tempur Georgia membombardir provinsi Ossetia Selatan, sebuah wilayah perbatasan Georgia-Rusia yang dianggap separatis karena menyatakan kemerdekaannya dari Georgia.
Sebagaimana dilansir BBC (8/8), serangan tersebut diturunkan dalam upaya merebut kembali wilayah yang menyatakan pisah dari Georgia tahun 1990 itu. Presiden Georgia Mikhail Saakashvili mengatakan, pasukannya telah menguasai pinggiran Tskhinvali, ibu kota Ossetia Selatan, dan tengah berupaya menguasai pusat kota.<>
Serangan militer itu digelar seminggu setelah bentrokan antara kelompok separatis di Ossetia Selatan dan tentara Georgia, yang menewaskan 20 orang. Operasi itu justeru pecah hanya beberapa jam setelah Presiden Georgia mengumumkan gencatan senjata unilateral, Kamis malam.
Di sisi yang lain Presiden Georgia juga menuding Rusia berada di balik arus separatis yang demikian deras bergolak di Ottesia. Tuduhan Saakashvili cukup beralasan, karena selama ini Rusia memang terang-terangan mendukung kelompok separatis Ottesia dan menempatkan pasukan penjaga perdamaian di Ossetia Selatan.
Di lain pihak, Perdana Menteri Rusia Vladimir Putin yang tengah berada di Beijing saat penyerangan itu terjadi, mengatakan akan ada aksi balasan. Rusia akan balik membombardir Georgia terkait penyerangan yang dilakukannya di Ottesia. (bbc/atj)
Terpopuler
1
Diduga Tertipu Program MBG, 13 Pengasuh Pesantren Minta Pendampingan ke LBH Ansor
2
Khutbah Jumat: Allah Tidak Membebani Hamba di Luar Batas Kemampuannya
3
Respons Wacana Penutupan Prodi yang Dinilai Tak Relevan, LPTNU Tekankan Kebijakan Komprehensif
4
Pelaku Pelecehan Santriwati di Pati Sudah Dinonaktifkan
5
KPAI Desak Proses Hukum Tegas Kekerasan Seksual terhadap 17 Santri di Ciawi Bogor
6
Hari Buruh 2026: Prabowo Wacanakan Penurunan Potongan Aplikator Ojol hingga di Bawah 10 Persen
Terkini
Lihat Semua