Perdamaian Israel-Palestina Jauh Panggang dari Api
NU Online · Rabu, 21 November 2007 | 22:40 WIB
Jakarta, NU Online
Banyak pihak menghendaki agar konflik Palestina-Israel yang sudah berlangsung puluhan tahun dan memakan korban tak terhitung itu segera selesai. Berbagai usaha dan model perundingan telah dilakukan, namun belum juga membuahkan hasil.
Pekan depan, pemimpin kedua negara yang hubungannya bak kucing dan anjing itu akan dipertemukan di Annapolis, Amerika Serikat, untuk membahas kemungkinan perdamaian. Namun banyak pihak merasa psimis pe<>rdamaian bakal terwujud dalam waktu dekat ini.
“Hampir mustahil itu akan berhasil, selain karena faktor Israel yang tidak bersikap moderat, dalam internal bangsa Arab sendiri belum satu suara,” kata Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Dr KH Said Agiel Siraj, MA di Jakarta, Rabu (21/11).
“Masih ada negara Arab yang tidak menginginkan keduanya bisa rukun, sebab kalau keduanya rukun mereka malah dirugikan,” katanya.
Sebenarnya keinginan untuk hidup berdampingan antara Bangsa Israel dan Palestina itu sudah lama digagas, sejak Yasser Arafat, pemimpin besar Palestina, masih hidup. Namun selalu saja mengalami kegagalan, Penyebab utamanya karena Israel tak pernah mau mengalah. Sedangkan resolusi PBB selalu tidak efektif ketika menjatuhkan sanksi untuk negeri zionis itu.
Apalagi negeri zionis itu masih tetap mencita-citakan adanya Israel Raya yang wilayahnya sampai Mesir, Iraq hingga Madinah. Sudah begitu, Amerika dan Inggris selalu melindungi. Bahkan kadang menggunakan hak vetonya di PBB untuk melindungi anak emasnya itu.
Di sisi yang lain, Bangsa Arab malah tidak bisa bersatu. Mereka masih terus saling curiga dan hanya berpikir untuk kepentingan kelompok mereka.
“Memang, hampir mustahil untuk bisa mempersatukan negara-negara Arab. Tampaknya mereka kurang ikhlas, makanya sulit bersatu,” kata Kang Said panggilan akrab KH Said Agiel Siraj.
Ada banyak pihak dan kepentingan terkait di sana menjadikan konflik itu terus berkepanjangan. “Masih jauh dari harapan perdamaian itu bisa terwujud,” lanjut alumnus Universitas Ummul Qura’ Makkah itu.
Meski demikian, Kang Said tidak mau menyepelekan usaha yang sedang digagas dalam waktu dekat itu. “Kita hargailah usaha yang sedang dilakukan itu, meskipun sebenarnya masih jauh panggang dari api,” tandas alumnus Pondok Pesantren Lirboyo Kediri itu. (sbh)
Terpopuler
1
Muktamar ke-35 NU Digelar 1-5 Agustus 2026, Penentuan Tuan Rumah Gunakan Empat Kriteria
2
KH Nurul Huda Djazuli: Saya Cinta NU, Saya Tak Ingin Melihat Pengurus Bertengkar, NU dan Pesantren Harus Menguatkan
3
Seruan 13 Kiai Sepuh tentang AHWA Jelang Pembukaan Munas dan Konbes NU 2026
4
Kepada Pengurus NU, KH Nurul Huda Djazuli: Tetap Ikhlas demi Menghidupkan NU
5
Rais Aam PBNU Kembali Gunakan Bahasa Arab dalam Khutbah Iftitah Munas-Konbes NU 2026
6
Ketum PBNU: Barokah Kiai Sepuh, Munas dan Konbes NU di Ploso Berjalan Sukses
Terkini
Lihat Semua