Perempuan Miliki Kendala Khas dalam Berorganisasi
NU Online · Jumat, 26 November 2010 | 03:15 WIB
Berbeda dengan kader-kader NU berjenis kelamin laki-laki, para perempuan memiliki kendala khas, yang sangat mempengaruhi perkembangan organisasi, yaitu susah untuk berpindah tempat untuk menempati struktur organisasi yang lebih tinggi yang biasanya ada di kota besar, di Jakarta atau ibu kota propinsi.
“Persoalan ini tak hanya dihadapi oleh kader perempuan yang sudah menikah, yang belum menikah pun ketika diminta pindah pikirannya selalu macam- macam,” kata Ketua Umum Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Margareth Aliyatul Maemunah dalam diskusi Kamisan di kantor redaksi NU Online, Kamis, 25 November<>.
Beberapa pertimbangan yang menjadi fikiran pada kader IPPNU biasanya seputar apa yang nantinya akan dilakukan jika pindah tempat selain menjalani aktifitas organisasi atau izin dari orang tua yang khawatir anak gadisnya pergi jauh. Situasi seperti ini biasanya tak menjadi pertimbangan dari kader Ikatan Pelajar NU yang dengan mudah bisa berpindah tempat.
“Akhirnya banyak kader potensial tidak bisa pindah ke Jakarta untuk membantu di kepengurusan pusat,” katanya.
Untuk mengatasi situasi seperti ini, IPPNU menggunakan strategi penguatan pengkaderan berbasis regional dan pemantapan kader fungsional, yaitu mengikuti proses pengkaderan tertentu dan memfasilitasi mereka untuk ikut Masa Kesetiaan Anggota (Makesta), meskipun hasil yang dicapai dari tingkat militansi terhadap organisasi berbeda. (mkf)
Terpopuler
1
Kiai Zulfa: Yang Sudah Jadi Pejabat dan Menteri Tak Perlu Dipaksa Mimpin NU
2
Khutbah Jumat: Hikmah Mengingat Kematian dalam Islam
3
Khutbah Jumat: Keluarga sebagai Madrasah Pertama
4
Gus Yahya Masuk Delegasi Indonesia untuk Beri Penghormatan kepada Sayyid Ali Khamenei
5
18 Tahun Bertahan di Tengah Tambang, Warga Kalimantan Selatan Tuntut Keadilan Lingkungan
6
Kalkulator Waris NU Online: Hitung Hak Ahli Waris dalam Sekejap
Terkini
Lihat Semua