Peringati Hari Lingkungan se-Dunia, Santri Siaga Bencana Lakukan Aksi
NU Online · Selasa, 8 Juni 2010 | 03:03 WIB
Community Based Disaster Risk Management Nahdlatul Ulama (CBDRM NU), ad hoc penanggulangan bencana di bawah naungan Pengurus Besar NU yang sekarang telah menjadi Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim Nahdlatul Ulama (LPBI NU) untuk kedua kalinya menyelenggarakan Kegiatan Aksi Implemtasi Pengurangan Risiko Bencana (PRB).
Kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia (World Environment Day) yang diperingati tiap 5 Juni. Santri Siaga Bencana (SSB) dan masyarakat melakukan kegiatan Pengurangan risiko bencana (PRB) di 15 kecamatan di tiga kabupaten rawan bencana yang menjadi pilot project yaitu Magelang, 30 Mei-15 Juni 2010, Jember, 9 - 13 Juni 2010 dan Jakarta Barat, 5 – 13 Juni 2010.<>
Dalam rilis yang diterima NU Online, SSB menjalankan dua kegiatan. Pertama, sosialisasi PRB dengan sasaran masyarakat yang berada daerah pilot project dengan tujuan hasilnya adalah menguatnya pengetahuan masyarakat tentang upaya melakukan pengurangan risiko bencana dengan menjaga kelestarian alam seperti membuang sambah pada tempatnya, membersihkan selokan, tidak menebang pohon secara sembarangan dan lainnya.
Kedua, simulasi pembuatan peta bencana desa, dimana hasil pembuatan peta nantinya akan dijadikan rujukan bagi desa atau kelurahan. Dan Ketiga, penanaman pohon, pembuatan bronjong kawat, penyerahan gerobak sampah komunal dan kerja bhakti
“Kegiatan ini penting dilakukan sebagai upaya merangsang kesadaran masyarakat akan pentingnya kelestarian lingkungan hidup,” jelas Avianto, Ketua LPBI NU
Menurutnya, keselamatan bumi ini tergantung dari sejauh mana kesadaran manusia dalam menjaga kelestarian lingkungan hidup yang sudah banyak dirusak.
Sebelumnya, SSB telah melakukan penanaman sepuluh ribu pohon di Jember, advokasi sungai mookervart di Jakarta Barat dan beberapa kegiatan lainnya. Kegiatan ini terselenggara atas dukungan Kemitraan Indonesia Australia atau Australia Indonesia Partnership (AIP). (lif)
Terpopuler
1
Cara Penguburan Ikan Sapu-Sapu oleh Pemprov DKI Dapat Kritik dari MUI
2
Hukum Mengubur Ikan Sapu-Sapu Hidup-hidup, Bolehkah?
3
Sejumlah Pemberitaan Wafat KH A Wahid Hasyim di Media Massa
4
Khutbah Jumat Dzulqadah: Bulan Damai di Tengah Dunia yang Gemar Bertikai
5
118 Hotel Siap Tampung 108 Ribu Jamaah Haji Indonesia Kloter Pertama
6
Delegasi Belanda Belajar Nilai dan Kehidupan Santri di Pesantren
Terkini
Lihat Semua