Kehadiran KDMP Picu Kekhawatiran Pedagang Kecil di Rembang
NU Online · Kamis, 23 April 2026 | 16:00 WIB
Warga pemilik warung kelontong khawatir akan keberadaan Koperasi Desa Merah Putih. (Foto: NU Online/Ayu Lestari)
Ayu Lestari
Kontributor
Rembang, NU Online
Kehadiran Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di sejumlah wilayah mulai memunculkan kekhawatiran di kalangan pemilik warung konvensional. Mereka menilai, keberadaan koperasi tersebut berpotensi memperketat persaingan usaha yang selama ini sudah dirasakan cukup berat.
Halim, pemilik warung konvensional asal Kudus, mengungkapkan bahwa hadirnya KDMP menjadi tantangan baru bagi usaha kecil seperti miliknya. Menurutnya, kondisi pasar saat ini sudah dipenuhi berbagai jenis usaha ritel, mulai dari warung tradisional hingga toko modern.
“Sebagai pemilik toko kelontong, saya merasa cukup terganggu. Warung sekarang sudah berjejalan, apalagi dengan adanya warung Madura dan Koperasi Desa Merah Putih,” ujar Halim kepada NU Online, Kamis (23/4/2026).
Ia menambahkan, meskipun rezeki diyakini telah diatur, faktor harga kini menjadi pertimbangan utama konsumen dalam berbelanja. Hal ini membuat persaingan antar pelaku usaha semakin ketat.
“Warung saya ini satu-satunya mata pencaharian. Mendengar ada koperasi Merah Putih, saya jadi khawatir dagangan tidak laku. Sebelum ada koperasi saja sudah sepi, apalagi sekarang,” imbuhnya.
Kekhawatiran serupa juga disampaikan Jamiati, pemilik warung rumahan di Desa Sumbergirang, Kecamatan Lasem. Warung yang berada di depan rumahnya tersebut menjadi salah satu sumber penghasilan tambahan selain bekerja sebagai asisten rumah tangga (ART) dan buruh pengupas kulit kacang di salah satu perusahaan milik tetangganya.
Menurut Jamiati, meskipun skala usahanya kecil dengan sistem kulakan terbatas, warung tersebut tetap membantu menopang kebutuhan sehari-hari.
“Walaupun kulakan sedikit-sedikit di tempat agen langganan saya, tetapi lumayan untuk tambahan. Kalau harga bahan baku naik, saya tetap stok, meski tidak banyak,” katanya saat ditemui di kediamannya.
Ia berharap keberadaan KDMP tidak berdampak signifikan terhadap pendapatannya. Namun, ia mengakui tetap ada rasa khawatir di tengah meningkatnya jumlah pesaing, termasuk toko ritel modern.
“Tetap di hati ada rasa khawatir. Walaupun tetangga kanan kiri sudah jadi langganan, tetap saja kalau ada saingan seperti koperasi desa, saya khawatir. Apalagi sudah ada Indomaret dan Alfamart, ditambah lagi koperasi desa,” pungkas Jamiati.
Terpopuler
1
PBNU Tetapkan Panitia Munas-Konbes dan Muktamar Ke-35 NU
2
Rentetan Pembubaran Nobar Film 'Pesta Babi' Picu Kritik dan Perdebatan Publik
3
LF PBNU Rilis Data Hilal Awal Dzulhijjah 1447 H, Idul Adha Berpotensi 27 Mei 2026
4
Kunuzur Rohman Karya Katib Syuriyah PBNU Gus Awis Menyingkap Pesan Al-Qur’an untuk Kehidupan Modern
5
MK Sebut Jakarta Masih Berstatus Ibu Kota Negara, Lalu IKN?
6
Jamaah Haji Aceh Terima Uang Baitul Asyi Rp9,2 Juta, Wujud Warisan Ulama yang Terus Hidup
Terkini
Lihat Semua