Perlu Islah agar Tak Bahayakan Kepesertaan PKB di Pemilu 2009
NU Online · Senin, 21 April 2008 | 07:42 WIB
Islah (rujuk) antara kedua kubu yang berkonflik di tubuh Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) sangat diperlukan. Hal itu harus segera dilakukan agar tak membahayakan kepesertaan PKB dalam Pemilihan Umum pada 2009 mendatang.
Demikian diungkapkan Ketua Tim Investigasi bentukan Ketua Umum Dewan Tanfidz DPP PKB Muhaimin Iskandar, Nursyahbani Katjasungkana, kepada wartawan di Kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU), Jalan Imam Bonjol, Jakarta, Senin (21/4).<>
Nursyahbani mengatakan, semua pihak di dalam PKB sadar bahwa konflik yang terjadi sebelumnya dan saat ini jelas cukup membahayakan. "Saya kira, semua orang dalam PKB bertanggung jawab dan tidak mau dicatat dalam sejarah partai yang selalu konflik," tandasnya.
Ia menyambut baik pernyataan Ketua Umum Dewan Syura DPP PKB KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) yang mengatakan bahwa konflik yang terjadi saat ini akibat pengaruh oknum di luar PKB. "Anggap saja itu iklan gratis," pungkasnya.
Nursyahbani mendatangi kantor KPU untuk memastikan syarat-syarat yang diperlukan untuk mengikuti Pemilu 2009. Namun, ia mengelak saat ditanya di kubu manakah dirinya berpihak. "Saya dari PKB, bukan yang ini dan itu. Ya PKB yang sesuai dengan Muktamar di Semarang. Sesuai yang dicatat di dalam lembaran negara Depkum HAM," pungkasnya.
Di tempat yang sama namun di kesempatan berbeda, Pelaksana Tugas (Plt) Ketua Umum Dewan Tanfidz DPP PKB Ali Masykur Moesa mengatakan masih akan berpikir mengenai tawaran dari kubu lain untuk islah. "Islah, tunggu dululah," ujarnya.
"Kita ikuti anggaran dasar dan anggaran rumah tangga, ikuti UU. Mudah-mudahan bisa selesai," tambah Ali yang didampingi Ketua Fraksi Kebangkitan Bangsa DPR RI DPR Effendy Choirie.
Kedatangan Ali ke kantor KPU untuk melengkapi berkas kelengkapan partai sebagai peserta Pemilu 2009. (dtc/rif)
Terpopuler
1
Diduga Tertipu Program MBG, 13 Pengasuh Pesantren Minta Pendampingan ke LBH Ansor
2
Pelaku Pelecehan Santriwati di Pati Sudah Dinonaktifkan
3
Jadwal Puasa Sunnah Selama Mei 2026
4
KPAI Desak Proses Hukum Tegas Kekerasan Seksual terhadap 17 Santri di Ciawi Bogor
5
Hari Buruh 2026: Prabowo Wacanakan Penurunan Potongan Aplikator Ojol hingga di Bawah 10 Persen
6
10 Tuntutan BEM SI dalam Aksi Hari Pendidikan Nasional 2026 di Jakarta
Terkini
Lihat Semua