Islam adalah agama keberhajaan atau simplicity yang selalu mendorong umatnya pada kemajuan.
"Islam tidak mengajarkan untuk kembali ke masa lalu. Islam selalu mendorong umatnya untuk maju. Masa lalu hanya sekadar dijadikan sebagai i'tibar atau perbandingan bahwa kita harus bisa berbuat lebih baik dari masa lalu,'' tegas Ridwan Lubis usai menjadi khatib Idul Adha di Masjid Istiqlal Jakarta, Jum'at (27/11).<>
Ajaran Islam yang demikian inilah, menurut Ridwan Lubis, sapat melahirkan peradaban Islam yang tiada taranya dan tak lekang hingga akhir zaman. Itu merupakan salah satu dari tiga karakter pilar Islam.
Lebih lanjut dikatakan Ridwan Lubis dalam khutbah di hadapan presiden dan wakil presiden menerangkan bahwa pilar kedua, agama Islam mengajarkan semua orang adalah setara dan sama derajatnya.
''Kesamaan derajat ini yang kemudian mendorong timbulnya kreativitas sosial umatnya,'' tutur Ridwan Lubis.
Pilar ketiga, adalah rasionalitas. Bahwa ajaran Islam dibangun di atas kerangka yang mendukung akal pikiran manusia. Akal pikiran inilah yang kemudian pada gilirannya melahirkan ilmu.
"Namun tentunya ilmu yang mendorong umat untuk menjalankan ibadah pada Yang Kuasa. Ajaran Islam menurut Ridwan Lubis dapat diterima oleh siapa saja, karena Islam bersahaja," tandas Lubis. (min)
Terpopuler
1
Khutbah Jumat: Memulai Kebaikan dari Diri Sendiri
2
Khutbah Jumat: Allah Tidak Membebani Hamba di Luar Batas Kemampuannya
3
Kontroversi Gerbong Perempuan, Menteri PPPA Klarifikasi dan Sampaikan Permohonan Maaf
4
Respons Wacana Penutupan Prodi yang Dinilai Tak Relevan, LPTNU Tekankan Kebijakan Komprehensif
5
Cerita Pilu Ibu Korban Kecelakaan Kereta di Bekasi Timur: Anak Saya Terbalik Kepala di Bawah
6
Data Terbaru Kecelakaan Kereta: 16 Orang Meninggal Dunia
Terkini
Lihat Semua