Pesantren Darul Qur’an Gelar Tahlil Hingga 40 Hari
NU Online · Ahad, 25 Juli 2010 | 00:43 WIB
Tahlil atau do'a bersama untuk mendoakan wafatnya ulama besar Nahdlatul Ulama (NU) KH Idham Chalid digelar hingga 40 hari, kata Pengasuh Pondok Pesantren Darul Qur'an Bogor, KH Kholilullah kepada NU Online di Bogor, Sabtu.
Pesantren Darul Qur’an terletak di Jalan Raya Puncak, Kelurahan Cisarua, Kecamatan Cuisarua, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.<>
Darul Qur’an dirintis oleh almarhum KH Idham Chalid pada tahun 1968. Pesantren tersebut mengelola unit pendidikan pesantren, panti asuhan yatim piatu, MTs dan SMA.
KH Idham Chalid (88) wafat pada Ahad (11/7) lalu di Pesantren Darul Ma’arif Cipete, Jakarta.
Idham merupakan salah satu tokoh terbesar bangsa yang dilahirkan dari rahim NU. Semasa hidupnya, sebagian besar waktu Idham diwakafkan untuk mengabdi di ormas yang didirikan para ulama tersebut.
Ia tercatat pernah menjadi ketua Lembaga Pendidikan Ma’arif Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) selama empat tahun yaitu mulai 1952 hingga 1956, ketua umum PBNU 1956-1983 serta rois Jamiyyah Ahli Thoriqoh al-Mu’tabaroh an-Nahdliyyah (Jatman) PBNU hingga menjelang sakit pada akhir 1990-an.
Pada level kenegaraan, karir Kiai Idham mewarnai perjalanan Orde Lama dan sebagian Orde Baru. Ia tercatat pernah menjabat Anggota DPR/MPR, Wakil Perdana Menteri, Menko Kesra, dan Menteri Sosial. Pada zaman Orde Baru, Idham dipercaya mengemban amanah sebagai ketua DPR/MPR 1972-1977 serta ketua DPA 1978-1983.
Selain itu, KH Idham juga merupakan tokoh kunci di balik fusinya NU dan partai-partai Islam pada tahun 1973. Idham merupakan deklarator PPP, mantan ketua dan presiden DPP PPP.
Anak Yatim Tahlil Hingga 40 Hari
Wafatnya KH Idham merupakan kehilangan besar bagi NU dan bangsa Indonesia. Terutama warga NU sangat kehialngan tokoh yang memiliki jasa besar menyelamatkan NU dalam berbagai periode sulit sejarah perjalanan bangsa Indonesia. Terlebih bagi keluarga besar Pesantren Darul Ma’rif Cipete Jakarta dan Pesantren Darul Qur’an Cisarua Bogor.
Kholilullah mengatakan, sejak Kiai Idham wafat, para santri dan siswa Darul Qur'an selalu menyelenggarakan tahlil. Tahlil dilakukan setiap malam. Terutama siswa panti asuhan yatim setiap malam secara bergiliran selalu melakukan tahlil maupun membaca al-Qur'an di depan makam Kiai Idham.
“Tahlil akan kami selenggarakan selama 40 malam,” papar dia.
“Kiai Idham wasiat mimta dimakamkan di Darul Qur'a karena ingin terus didoakan oleh anak yatim. Selain karena adanya wasiat tersebut, secara kesadaran kami terus mendoakan beliau. Beliau adalah guru dan orang tua kami," tutur Kholilullah. (hir)
Terpopuler
1
Ancam Ekosistem Pertembakauan, Lesbumi PBNU Tolak Rancangan Aturan Kemenko PMK dan Kemenkes soal Tembakau
2
Kapten Timnas Iran Kritik FIFA, Sebut Piala Dunia 2026 'Bencana' dan Berjalan Tidak Adil
3
Pemerintah Tetapkan Logo Resmi HUT ke-81 RI, Ini Makna Desain dan Cara Unduhnya
4
DPR Desak Latsarmil Calon Manajer Kopdes Dihapus, Negara Bisa Hemat Lebih dari Rp1 Triliun
5
Hari Bhayangkara Ke-80, Presiden Prabowo Klaim Polri Berkontribusi pada Ketahanan Pangan dan MBG
6
Rais Syuriah PBNU Ingatkan Pengurus PWNU Aceh: Jangan setelah Dilantik Malah Jadi Urusan
Terkini
Lihat Semua