Pesantren harus memiliki tiga fungsi pendidikan sekaligus. Yakni sebagai pusat peradaban (ta'dib), pusat pendidikan (tarbiyah) dan pusat pengajaran (ta’lim). Karenanya pesantren perlu mengambil sikap bijak menghadapi globalisasi dunia.
Demikian dinyatakan Wakil Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Tengah KH Abu Hafsin dalam sebuah halaqoh di Wanasari, Brebes, Ahad (19/7). Menurut Hafsin, Pesantren juga perlu memasukkan aspek-aspek pendidikan keagamaan yang bersifat praktis.<>
"Zaman penjajahan malah menjadikan pesantren memiliki peran ganda, yakni sebagai pusat penyebaran Islam dan menjadi benteng pertahanan rakyat yang berhadapan dengan pusat kekuatan kolonial.
"Sedangkan saat ini, pesantren bisa tumbuh di pusat kota. Maka sudah saatnya pesantren menguatkan fungsi ta’dib. Pesantren tidak sebatas hanya sebagai proses transfer ilmu dan pekerti, tapi juga menyangkut proses transfer peradaban dan kebudayaan," terang hafsin.
Lebih lanjut, Hafsin menjelaskan, dalam menghadapi perubahan budaya yang cepat dan mendunia, pesantren perlu melakukan sikap dan tindakan antisipatif yang tepat. Kesalihan sosial yang tercipta melalui peradaban dan kebudayaan islami perlu mendapat perhatian lebih dari pesantren.
Hadir dalam kesempatan tersebut, Ketua PC NU Brebes H. Athoillah, Pengurus MWC NU Wanasari, Para intelektual Muda yang tergabung dalam Ikatan Sarjana NU (ISNU) dan masyarakat umum lainnya. (was)
Terpopuler
1
Diduga Tertipu Program MBG, 13 Pengasuh Pesantren Minta Pendampingan ke LBH Ansor
2
Pelaku Pelecehan Santriwati di Pati Sudah Dinonaktifkan
3
Jadwal Puasa Sunnah Selama Mei 2026
4
KPAI Desak Proses Hukum Tegas Kekerasan Seksual terhadap 17 Santri di Ciawi Bogor
5
Hari Buruh 2026: Prabowo Wacanakan Penurunan Potongan Aplikator Ojol hingga di Bawah 10 Persen
6
10 Tuntutan BEM SI dalam Aksi Hari Pendidikan Nasional 2026 di Jakarta
Terkini
Lihat Semua