Makassar, NU Online
Pesantren berfungsi sebagai pusat pengembangan Islam dan sama sekali tidak ada kaitannya dengan terorisme sebagaimana dituduhkan oleh kalangan Barat. Pesantren mengajarkan kepada para santri untuk dapat hidup berdampingan secara damai dengan siapa pun dan dimana pun.
“Tidak seperti yang dibayangkan dunia luar. Ulama yang bergelar kiai adalah pewaris ajaran Nabi dan bukanlah pimpinan teroris,” kata Katib Aam Syuriah PBNU KH. Nasaruddin Umar saat berbicara dalam Konferensi Wilayah XI Nahdlatul Ulama (NU) Sulawesi Selatan di Pondok Pesantren Darul Ulum Soreang Kabupaten Maros, Sabtu (15/5).
“Al-Quran melarang pengikut Nabi Muhammad SAW bertindak anarkis dan teror. Jihad adalah perjuangan fisik melawan yang bathil dengan mengggukan akal sehat, bukan dengan cara meneror dan mengganggu ketenteraman orang lain,” kata Nazaruddin.
Dirinya mengaku heran dengan berbagai kalangan yang curiga terhadap Islam khususnya kalangan pesantren. Mereka yang mengidap islamofobia seperti itu perlu membuka dan menyimak kembali ajaran-ajaran Islam yang sebenarnya. “Islam bukan momok,” seru Dirjen Bimas Islam Departemen Agama itu.
Dikatakannya, masyarakat pesantren selalu menunjukkan perilaku hidup yang penuh persaudaraan. Nahdlatul Ulama (NU) sebagai organisasi kaum pesantren menghayati prinsip tasamuh (toleran), tawasuth (moderat) dan memiliki metode berfikir yang tidak kaku. (har)
Terpopuler
1
Khutbah Jumat: Meneladani Hidup Rasulullah di Masa Ekonomi Sulit
2
Khutbah Jumat: Sebelum Memilih dan Memutuskan, Bertanyalah kepada Allah melalui Istikharah
3
Munas-Konbes NU 2026 di Ploso Bakal Dihadiri Lebih dari 500 Peserta dan Peninjau
4
Bahlil Janji BBM Subsidi Tak Naik hingga Akhir 2026, Pertamax Malah Melonjak Jadi Rp16.250 per Liter
5
Gus Ipul: Pembukaan Munas-Konbes NU 2026 di Bangkalan Masih Sebatas Usulan
6
Menjaga Marwah Pemilihan Pengurus NU: Catatan dari Sowan kepada KH Afifuddin Muhajir
Terkini
Lihat Semua