Salah satu kesulitan sensus penduduk di Jombang adalah banyaknya lingkungan pondok pesantren. Maklum saja, penghuni pondok pesantren merupakan warga yang bersifat homogen. Selain itu, kawasan tersebut banyak sekali pendatang.
Demikian dikatakan Kepala BPS (Badan Pusat Statistik) Jombang, Agus Budi, Kamis (27/5). "Untuk itu, pondok pesantren, penjara, serta para gelandangan kita klasifikasikan sebagai blok khusus. Karena blok tersebut memerlukan panduan khusus," kata Agus menjelaskan.<>
Agus menjelaskan, secara umum, sensus penduduk di kabupaten Jombang sudah mencapai 95 persen. Pihaknya yakin, hingga 31 Mei nanti pendataan penduduk tersebut sudah kelar. Saat ini, kata Agus, yang masih tersisa adalah sensus untuk kawasan pondok pesantren dan penghuni penjara seperti dilansir beritajatim.com.
Untuk mensiasatinya, sebenarnya BPS sudah melakukan cara khusus. Semisal, untuk penduduk biasa petugas akan menyodorkan sebanyak 24 variabel. Hal itu berbeda dengan blok sensus khusus seperti pondok pesantren. Untuk kawasan tersebut, pencacah hanya menyodorkan sedikitnya empat variable.
Berapa jumlah penduduk Jombang sementara? Agus belum bisa menjelaskan. Sebab, saat ini proses pendataan penduduk belum seluruhnya selesai. "Kita belum bisa menentukan berapa jumlah penduduk sementara. Apalagi hasilnya nanti yang melakukan adalah BPS propinsi," ujarnya.
Jumlah seluruh tenaga pencacah di Jombang, menurut Agus, sebanyak 2.462 pencacah. Mereka terdiri dari tenaga lapangan dan koordinator tim. "Selain jumlah itu kita menambah lagi 62 orang koordinator lapangan," pungkasnya. (mad)
Terpopuler
1
Para Kiai Sepuh ‘Turun Gunung’ Jelang Muktamar 1984
2
BEM PTNU Se-Nusantara Desak DPR RI Evaluasi Menyeluruh Tata Kelola Kejaksaan demi Perkuat Kepercayaan Publik
3
LF PBNU Sebut Suara Dentuman Semalam Berasal dari Meteor Jatuh
4
Ketum PBNU Sebut Tambakberas Jalan Tengah Terbaik untuk Muktamar Ke-35 NU
5
Hukum Memberi Amplop Setelah Shalat Jenazah
6
Kajian Hadits: Bolehkah Orang Fasik Melakukan Amar Makruf–Nahi Mungkar?
Terkini
Lihat Semua