Nasional

Gus Yahya Sebut Pembahasan dalam Muktamar Ke-35 NU Menyangkut Kemaslahatan Bangsa dan Kemanusiaan Seluruhnya

NU Online  ·  Selasa, 14 Juli 2026 | 15:00 WIB

Gus Yahya Sebut Pembahasan dalam Muktamar Ke-35 NU Menyangkut Kemaslahatan Bangsa dan Kemanusiaan Seluruhnya

Ketua umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya) saat konferensi pers di Gedung PBNU, Jalan Kramat Raya 164, Jakarta, Selasa (14/7/2026). (Foto: NU Online/Suwitno)

Jakarta, NU Online

Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya) mengatakan bahwa persiapan Muktamar ke-35 NU masih terus disempurnakan. Ia mengungkapkan, materi-materi yang akan dibahas saat muktamar juga tengah dipersiapkan.


"Materi-materi yang kita siapkan untuk dibahas dalam Muktamar itu adalah materi-materi yang menyangkut kepentingan bangsa dan kemaslahatan kemanusiaan seluruhnya," katanya saat konferensi pers di Lobi Gedung PBNU, Jalan Kramat Raya 164, Jakarta Pusat, pada Selasa (14/7/2026).


Gus Yahya berharap, hasil pembahasan dari muktamar akan menghasilkan berbagai keputusan yang membawa maslahat dan keberkahan yang tidak hanya bagi warga NU, tetapi juga untuk bangsa Indonesia, serta kemanusiaan secara luas.


Lebih lanjut, Gus Yahya mengungkapkan bahwa salah satu materi penting yang akan diajukan dalam Muktamar adalah penetapan konsep road map NU untuk 25 tahun ke depan. "Sudah ada materinya, tinggal dibahas," jelasnya.


Selain itu, Gus Yahya menjelaskan dalam muktamar juga akan ada pembahasan mengenai nilai-nilai keulamaan sebagai bagian dari agenda transformasi pesantren yang tengah dijalankan secara sistematis.


"Demikian juga pengembangan program-program yang sudah kita jalankan, seperti sistem kaderisasi, manajemen digital, dan pengembangan inisiatif-inisiatif ekonomi. Ini kita ajukan pada Muktamar nanti," katanya.


Dalam kesempatan itu, Gus Yahya memastikan persiapan Muktamar ke-35 NU yang akan digelar pada 27–31 Agustus 2026 di Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang, telah berjalan dengan baik. 


"Hal-hal yang dikhawatirkan sebetulnya sudah tidak ada lagi karena sekarang kita bisa melaksanakan dengan sebaik-baiknya," katanya.


Ia menegaskan, penyelenggaraan Muktamar di Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas, memberikan ketenangan bagi warga NU. Hal itu, katanya, karena Tambakberas merupakan pesantren yang didirikan oleh salah satu pendiri NU sekaligus salah satu soko guru ruhani NU, yaitu KH Abdul Wahab Chasbullah.


Gus Yahya menyebut, saat ini panitia hanya tinggal menyelesaikan sejumlah hal teknis, seperti pemilihan logo Muktamar. Sementara berbagai persiapan pokok disebut telah matang dan hanya memerlukan penyempurnaan.

Gabung di WhatsApp Channel NU Online untuk info dan inspirasi terbaru!
Gabung Sekarang