PKB Malang Pasangkan Ketuanya Sebagai Wakil Golkar
NU Online · Selasa, 11 Agustus 2009 | 05:44 WIB
Konstelasi politik di wilayah Kabupaten Malang jelang pergantian bupati 2010 mendatang mulai menghangat. Setidaknya para calon sudah mulai ancang-ancang untuk unjuk gigi. DPC PKB misalnya, secara terang-terangan mencalonkan HM. Sanusi, ketua DPC PKB sebagai calon wakil bupati.
PKB juga berharap Sanusi nanti dipasangkan dengan Rendra Kresna, calon bupati dari Golkar. Keputusan itu tertuang dari hasil musyawarah pimpinan cabang (muspincab) yang digelar di kantor Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama Kabupaten Malang.<>
Dalam muspincab itu, enam wakil dari seluruh PAC PKB se-Kabupaten Malang hadir. Ada lima poin yang disepakati dari muspincab itu. Di antaranya memperjuangkan keputusan partai atas pencalonan HM Sanusi sebagai wabup periode 2010-2015. Kedua, memohon kepada cabup Rendra Kresna bersedia berpasangan dengan Sanusi dalam pertarungan pilkada 2010 mendatang.
"Kami sudah mendukung. Tunggu nanti perkembanganya," kata ketua muspincab DPC PKB Kabupaten Malang Nur Wahid, seusai acara Muspincab, sebagaimana dilansir Radar Malang, Senin (10/8).
Menurut Nur Wahid, pencalonan Sanusi sebagai wabub ini sudah digodok matang oleh pengurus DPC maupun PAC se-Kabupaten Malang. "Maka keinginan masyarakat yang selama ini belum terwujud, akan diwujudkan mereka berdua (Rendra-Sanusi, red), " ungkapnya.
Figur kedua orang ini, lanjut Mamad-sapaan Nur Wahid- tidak diragukan lagi dalam memimpin kabupaten. Sebab, Rendra sebelum jadi wabub juga pernah menjadi anggota dewan. Begitu juga dengan Sanusi yang sudah pengalaman sebagai wakil ketua DPRD Kabupaten Malang. Keduanya dipandang sebagai pasangan yang tepat. (min)
Terpopuler
1
Diduga Tertipu Program MBG, 13 Pengasuh Pesantren Minta Pendampingan ke LBH Ansor
2
Khutbah Jumat: Allah Tidak Membebani Hamba di Luar Batas Kemampuannya
3
Respons Wacana Penutupan Prodi yang Dinilai Tak Relevan, LPTNU Tekankan Kebijakan Komprehensif
4
Pelaku Pelecehan Santriwati di Pati Sudah Dinonaktifkan
5
Jadwal Puasa Sunnah Selama Mei 2026
6
KPAI Desak Proses Hukum Tegas Kekerasan Seksual terhadap 17 Santri di Ciawi Bogor
Terkini
Lihat Semua