Jakarta, NU Online
Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono memuji dan merasa senang atas upaya warga NU dalam penyelamatan hutan dan lingkungan di Indonesia yang belakangan ini mengalami kerusakan parah.
“Saya senang para ulama dan sesepuh turun gunung dalam menyelamatkan negeri tercinta ini,” tuturnya dalam silaturrahmi dengan para peserta National Meeting and Workshop terkait Pengelolaan Hutan Lestari dan Manajemen Pemberdayaan Masyarakat Hutan yang diselenggarakan oleh Gerakan Nasional Kehutanan dan Lingkungan (GNKL) PBNU di Istana Negara, Minggu di Istana Presiden, Minggu (22/7).
Dikatakannya bahwa dunia saat ini m<>enghadapi tantangan lingkungan seperti pemanasan global yang menyebabkan terjadinya bencana dimana-mana sehingga membuat masyarakat menderita. Pemanasan global ini juga menimbulkan naiknya permukaan air laut sehingga Indonesia yang merupakan negera kepulauan terancam kehilangan beberapa pulaunya karena tenggelam.
Masalah ini tidak bisa diatasi oleh pemerintah saja, tetapi harus melibatkan seluruh komponen masyarakat agar berhasil dalam program hutan lestari, mengurangi penebangan liar dan mensejahterakan masyarakat desa hutan. Masalah ini bukan hanya menjadi masalah nasional, tetapi telah menjadi persoalan global yang menyangkut kehidupan seluruh ummat manusia.
SBY menjelaskan bahwa Islam merupakan agama yang mengajarkan kepada ummatnya untuk memelihara alam. “NU telah memberikan kepeloporan dalam penanganan lingkungan, ini merupakan sebuah langkah nyata, bukan gerakan politik untuk membantu mengatasi masalah lingkungan. Kegiatan ini tidak biasa dilakukan oleh sebuah organisasi keislaman,” tandasnya.
Selanjutnya, SBY yang berasal dari Pacitan ini mengingatkan adanya pepatah Jawa yang berbunyi “Sepi ing pamrih rame ing gawe” atau bekerja keras tanpa pamrih untuk kepentingan rakyat dan bangsa.
“Mudah-mudahan ini bisa menghasilkan sesuatu yang nyata dan kongkrit bagi rakyat kita,” pesannya kepada para ulama dan kiai dari berbagai pesantren yang datang dalam pertemuan tersebut.
Beberapa pengurus PBNU yang hadir dalam pertemuan tersebut KH Said Aqil Siroj, HM Rozy Munir, Prof. Dr. Masykuri Abdillah, KH Artani Hasby disamping sekitar 250 peserta. (mkf)
Terpopuler
1
Kepada Pengurus NU, KH Nurul Huda Djazuli: Tetap Ikhlas demi Menghidupkan NU
2
Seruan 13 Kiai Sepuh tentang AHWA Jelang Pembukaan Munas dan Konbes NU 2026
3
Rais Aam PBNU Kembali Gunakan Bahasa Arab dalam Khutbah Iftitah Munas-Konbes NU 2026
4
Muktamar ke-35 NU Digelar 1-5 Agustus 2026, Penentuan Tuan Rumah Gunakan Empat Kriteria
5
Sidang Pleno II Munas-Konbes, Ketum PBNU Sebut Pelatihan Kader NU Jadi Fondasi Meritokrasi
6
Khutbah Jumat Bahasa Jawa: Nguri-uri Kamulyaning Wulan Muharram
Terkini
Lihat Semua