Puncak peringatan Hari Lahir (Harlah) ke-82 Nahdlatul Ulama (NU) di Gelora Bung Karno, Jakarta, Ahad (3/2) besok siap digelar. Sekira 300 ribu massa Nahdliyin (sebutan untuk warga NU) se-DKI Jakarta, Jawa Barat, dan Banten, bakal memadati stadion kebangggaan bangsa Indonesia itu.
Dalam hajatan akbar yang akan disiarkan secara langsung oleh TVRI itu, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dipastikan hadir di tengah-tengah massa Nahdliyin. ”Pak Presiden dipastikan hadir. Kita telah melakukan koordinasi dengan Paspampres, aparat keamanan dan pihak terkait,” terang Sekertaris Pantia Harlah, Anas Thahir, di Jakarta, Sabtu (2/2)<>
Pihak panitia pun juga telah siap menyukseskan acara yang juga akan dihadiri Rais Aam Pengurus Besar NU KH Sahal Mahfudh itu. Dua panggung berukuran besar telah berdiri tegak di depan tempat duduk tamu undangan khusus.
Di dalam stadion juga telah dipenuhi spanduk dan baliho NU dan sejumlah organisasi struktural dan kultural, seperti IPNU, LAZISNU, PMII dan Muslimat NU. Ribuan banser juga telah bersiap-siap dengan menggelar apel guna mengamankan kegiatan tersebut.
Massa Nahdliyin berjumlah besar akan datang dan memadati stadion secara bertahap mulai pukul 07.00 WIB. Panitia pelaksana pusat dan daerah sudah menyiapkan sebanyak 2000 bus yang akan membawa para jamaah menuju tempat hajatan akbar tersebut.
Anas menambahkan, dipandu para ulama dan kiai, para jamaah juga akan melaksanakan istighosah bersama untuk keselamatan bangsa dan negara. Tak hanya itu. Panitia juga telah menyiapkan fasilitas telekonferensi (pembicaraan jarak jauh) yang akan digunakan untuk menyiarkan secara langsung pidato Ketua Umum PBNU KH Hasyim Muzadi dan Presiden Yudhoyono.
Menurut rencana, ada tiga pengurus wilayah NU se-Indonesia yang dapat mengikuti secara langsung pidato Ketua Umum PBNU dan Presiden SBY, antara lain, Jawa Timur, Lampung, Batam.
Masing-masing PWNU akan membuat acara yang menghadirkan massa NU di stadion atau lapangan di daerah masing-masing. Dengan teleconference ini, warga NU di daerah-daerah tersebut bisa mengikuti dan mendengarkan pidato di Jakarta,” ujar Anas.
Melalui fasilitas telekonferensi itu pula akan digelar dialog interaktif antara Presiden dan PBNU dengan warga Nahdliyin (sebutan untuk warga NU) di masing-masing provinsi. “Misalnya, PWNU Jatim bisa menceritakan tentang kondisi warga NU kepada Presiden,” tandasnya.
Sementara itu, sepanjang hari Sabtu, Grup marching band dari pondok pesantren Darunnajah, Soneta Group, Pagar Nusa, dan personil atraksi terjun payung, telah melakukan persiapan matang. Masing-masing akan menampilkan atraksi dan pagelaran yang spektakuler. (rif)
Terpopuler
1
Ketum PBNU Respons Penetapan Eks Menag Yaqut Cholil Qoumas sebagai Tersangka Korupsi Kuota Haji
2
Setahun Berjalan, JPPI Nilai Program MBG Berhasil Perburuk Kualitas Pendidikan
3
Laras Faizati Tolak Replik Jaksa karena Tak Berdasar Fakta, Harap Hakim Jatuhkan Vonis Bebas
4
Bolehkah Janda Menikah Tanpa Wali? Ini Penjelasan Ulama Fiqih
5
Langgar Hukum Internasional, Penculikan Presiden Venezuela oleh AS Jadi Ancaman Tatanan Global
6
Gus Mus: Umat Islam Bertanggung Jawab atas Baik Buruknya Indonesia
Terkini
Lihat Semua