Walaupun Dmitry Medvedev telah dilantik sebagai Presiden Rusia, bukan berarti kekuasaan Vladimir Putin tumbang. Putin tetap di puncak kekuasaan, baik sebagai Ketua Partai Persatuan Rusia maupun pengendali pemerintahan sebagai perdana menteri.
Sementara, bisa jadi presiden penggantinya itu hanya difungsikan sebagai kepala negara. Kenyataan itu yang membuat para pengamat dan politisi Barat pusing kepala, tetapi tidak bagi rakyat Rusia yang menganggap Putin sebagai dewa penyelamat.<>
Bahkan, dalam pidato perdananya sebagai Perdana Menteri, Putin dengan tegas mengambil kebijakan penting, yaitu akan menaikkan gaji khusus pada pegawai dalam bidang nuklir dan pertahanan udara yang dianggapnya sebagai tulang punggung keamanan dan kebanggaaan nasional. Ini bisa dimengerti, dengan kekuatannya itu, Rusia tidak bisa digertak negara-negara Barat, bahkan bisa membela negara tertindas seperti Iran.
Sebagai kader Putin, tampaknya Medvedev menurut apa yang digagas pendahulunya itu. Bahkan, dengan jelas, sebagai presiden ia juga akan meneruskan kebijakan Putin terutama dalam meningkatkan perekonomian negara yang pernah bangkrut karena ulah Gorbachev yang melakukan Perestroika.
Walaupun sebagai tetangga dan teman bercengkerama Gorbachev, tetapi Medvedev tampaknya lebih sejalan dengan kebijakan Putin yang lebih membawa kemakmuran bagi bangsa Rusia. Demikian pandangan penggemar musik rock dan pengamal yoga ini. Kalaupun terdapat perbedaan, paling banter hanya langgamnya saja, tidak menyangkut orientasi politik.
Sebagaimana rakyat Rusia pada umumnya, Medvedev tahu bahwa Putin memiliki agenda besar yang belum selesai. Agenda tersebut tidak cukup kuat dipikul pemimpin lain termasuk dirinya. Karena itu, ia berendah hati bahwa dirinya memang belum siap memikul agenda mengembalikan kejayaan Rusia, sebab tangannya belum sebesi Putin.
Kenyataan ini cukup menjengkelkan negara-negara Barat. Sebab, bila Putin tetap berpengaruh, upaya Barat menyeret sekutu Rusia ke dalam Pakta Pertahanan Atlantik Utara (Nato) akan selalu digagalkan oleh Putin.
Di bawah Putin, Rusia memang bisa tampil kembali menjadi negara besar yang berdaulat, sehingga mampu menntukan kebijakan politik, ekonomi dan keamanannya tanpa bisa didikte negara lain. Di situlah rahasia rakyat Rusia memilih dia sebagai pemimpin. (mdz/diolah dari berbagai sumber)
Terpopuler
1
Kepada Pengurus NU, KH Nurul Huda Djazuli: Tetap Ikhlas demi Menghidupkan NU
2
Seruan 13 Kiai Sepuh tentang AHWA Jelang Pembukaan Munas dan Konbes NU 2026
3
Rais Aam PBNU Kembali Gunakan Bahasa Arab dalam Khutbah Iftitah Munas-Konbes NU 2026
4
Sidang Pleno II Munas-Konbes, Ketum PBNU Sebut Pelatihan Kader NU Jadi Fondasi Meritokrasi
5
Khutbah Jumat Bahasa Jawa: Nguri-uri Kamulyaning Wulan Muharram
6
Khutbah Jumat: Pesan Rasulullah, Jangan Mencari-cari Kesalahan Orang Lain
Terkini
Lihat Semua