Semarang, NU Online
Ramai-ramai pro-kontra rencana penerbitan majalah Playboy edisi Indonesia membuat pusing Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jateng Drs H Muh Adnan MA. ''Bagaimana tidak pusing, wong hampir setiap ke pondok pesantren dan ke cabang-cabang, yang ditanyakan para kiai dan santri ya sekitar persoalan itu,'' katanya.
Bahkan, papar dia saat memimpin rapat di Kantor PWNU Jl Dokter Cipto 180, pernyataan sikap, pendapat, dan protes penolakan tidak hanya disampaikan lewat surat dan telepon, tetapi juga lewat SMS ponselnya.
<>Mau tidak mau, staf pengajar FISIP Undip itu harus menjelaskan sikap tegas organisasi warga nahdliyyin itu. ''Kami tidak hanya prihatin atas rencana penerbitan Playboy, tetapi semua bentuk majalah, koran, tabloid, selebaran, buletin, stensilan, tayangan acara televisi, film, siaran radio yang mengundang syahwat. Bahkan, iklan-iklan di teve dan radio yang mengarah porno juga menjadi
keprihatinan kami,'' tutur alumnus Pascasarjana Universitas Hiroshima Jepang
itu.
Menurut dia, munculnya majalah itu adalah puncak dari sikap permisif masyarakat dan ketidaktegasan pemerintah. ''Ini adalah momentum yang tepat bagi kita untuk memberantas segala bentuk pornografi dan pornoaksi. Sebab, jika tidak, akan disusul dengan terbitnya majalah-majalah lain sejenis yang lebih hot tentunya,'' tutur Adnan sambil tertawa.
Dia menyayangkan sikap sejumlah orang dan kelompok yang bersikap pasrah dan menyerah terhadap rencana penerbitan majalah porno tersebut.
Sumber : Suara Merdeka
Terpopuler
1
Prabowo Sebut Ada Kelompok yang Ingin Indonesia Terpecah
2
Ketum PBNU Gus Kikin Imbau Warga Tidak Terprovokasi Kasus Pembakaran Warung Mi di Sukoharjo
3
Pemuda NU Asal Lumajang Raih Rekor MURI lewat Karya Buku Tertebal di Indonesia
4
Pelantikan PCNU Bekasi 2026–2031, Ketua PBNU Puji Raharjo Ingatkan Qanun Asasi untuk Penguatan Organisasi
5
Kader Ansor Tawarkan Ilmu Mantiq untuk Menyaring Informasi AI dalam Mu'tamad 2026 di Lirboyo
6
Pemuda Desak Karhutla Jadi Bencana Nasional, Walhi Ingatkan Kewajiban Lindungi Rakyat
Terkini
Lihat Semua