PWNU Jatim dan Tokoh Se-Jatim Minta Pemerintah Ambil Alih Masalah Lumpur Lapindo
NU Online · Jumat, 1 September 2006 | 16:51 WIB
Jakarta, NU Online
Belum tuntasnya masalah banjir Lumpur di Sidoarjo menyebabkan penderitaan masyarakat semakin lama. PWNU Jatim bersama sejumlah tokoh Jatim menghadap wapres agar pemerintah mengambil alih kasus Lapindo.
“Saat ini tidak ada koordinasi antar instansi pemerintah, departemen KLH mengizinkan Lumpur di buang ke laut tapi departemen kelautan menolaknya. Bupati Mojokerto juga menolak Lumpur dibuang dilokasinya, karena itu pamerintah perlu mengambil alih tersebut dengan membentuk tim khusus agar kasus tersebut cepat tuntas,” tandas Ketua PWNU Jatim Ali Maschan Moesa kepada NU Online, Jum'at.
<>Namun ditegaskannya bahwa seluruh biaya untuk menyelesaikan bencana tersebut menjadi tanggung jawab Lapindo dan BP Migas. “Ini yang kurang diketahui oleh masyarakat bahwa BP Migas sebagai perusahaan pemerintah juga ikut bertanggung jawab dalam masalah tersebut,” tambahnya.
Permintaan tersebut merupakan hasil dari kesepakatan bersama antara para tokoh Jatim dengan korban Lumpur Lapindo pada 29 Agustus lalu. Mereka sudah bosan dengan upaya penanganan yang sampai sekarang tak selesai-selesai dan ketahuan sampai kapan lagi mereka harus menderita. (mkf)
Terpopuler
1
Khutbah Jumat: Istiqamah Pasca-Ramadhan, Tanda Diterimanya Amalan
2
Muslim Arab dan Eropa Rayakan Idul Fitri 1447 H pada Hari Jumat, 20 Maret 2026
3
Khutbah Idul Fitri 2026: Makna Kemenangan dan Kembali Ke Fitrah
4
Khutbah Jumat: Anjuran Membaca Takbir Malam Idul Fitri
5
Khutbah Idul Fitri Bahasa Arab 2026: Jadilah Hamba Sejati, Bukan Hamba Musiman: Konsistensi dalam Ketaatan Setelah Ramadhan
6
Khutbah Idul Fitri Bahasa Jawa: Idul Fitri Dinten Ganjaran lan Kabingahan
Terkini
Lihat Semua