PWNU Jatim Ingatkan Munculnya Kader NU Dadakan Jelang Pilkada
NU Online · Jumat, 9 Oktober 2009 | 06:29 WIB
Rais Syuriah PWNU Jatim KH Miftachul Akhyar mengingatkan para pengurus PCNU di Jatim agar waspada kepada bakal calon kepala daerah yang menjadi kader NU dadakan, menjelang pemilihan kepala daerah (pilkada) 2010.
Kiai Miftah mengungkapkan, PWNU tidak memberikan instruksi atau petunjuk khusus kepada pengurus PCNU-PCNU, yang daerahnya akan menghelat pilkada pada 2010. Sekadar diketahui, sepanjang 2010, ada 18 pilkada yang digelar di Jatim.<>
"Kita menyerahkan ke masing-masing pengurus PCNU, karena mereka yang lebih tahu," ujar kiai karismatik ini, ditemui beritajatim.com usai pra-Muktamar NU ke-32, di Asrama Haji Sukolilo, Kamis (8/10).
Pihaknya hanya akan memberikan restu kepada bakal calon atau bakal pasangan calon yang didukung PCNU bersangkutan. "Tinggal PWNU memberikan restu saja," tandasnya. Pihaknya juga tidak akan memberikan kriteria-kriteria atau batasan tertentu kepada bakal calon yang akan didukung NU.
Yang paling penting, dia menandaskan, NU harus mendukung orang-orang yang memperhatikan NU, tidak cuma pada saat momen pilkada.
"Syukur-syukur kalau kader NU sendiri yang digandeng (menjadi calon kepala daerah, red)," cetusnya.
Dia tidak menampik, NU juga membutuhkan kekuasaan dalam pemerintahan, untuk menyelamatkan NU di masa mendatang. "Kalau kekuasaan itu digunakan untuk amar ma'ruf, luar biasa dahsyatnya," ujar Kiai Miftah.
Sepenuhnya PWNU memberikan kepercayaan kepada pengurus PCNU dalam menjatuhkan pilihannya. Sebab, PCNU bersangkutan yang mengetahui latar belakang bakal calon bersangkutan.
"Pengurus cabang yang paling tahu, ini siapa, datang dari mana, calon ini datang tiba-tiba atau memang sudah tumbuh lama bersama NU," bebernya.
PWNU juga tidak akan memberikan rekomendasi apa pun terkait bakal calon kepala daerah, yang akan bertarung dalam pilkada mendatang.
"Kita menyerahkan ke cabang saja. Tapi, di mana pun dan apa pun organisasinya, pasti mengutamakan kadernya," pungkasnya. (mad)
Terpopuler
1
Hukum Suami Memanggil Istri dengan Sebutan Mamah atau Ummi
2
Menkeu Suahasil: Keuangan Negara Harus Bisa Jalankan Program Prioritas Pemerintah
3
137 Mahasantri Ma'had Aly Lolos Seleksi Administrasi Beasiswa Berkah Muktamar Ke-35 NU
4
Presiden Prabowo Tiba di India untuk Hadiri KTT Ke-18 BRICS
5
Prabowo Bicara Ketahanan di BRICS, Rakyat Indonesia Masih Menghirup Asap Karhutla
6
BGN Sebut 240 Ribu Satuan Pendidikan Belum Terima MBG
Terkini
Lihat Semua