PWNU Jatim Kerahkan Ulama Tenangkan Warga dari Isu Tsunami
NU Online · Kamis, 27 Juli 2006 | 09:06 WIB
Malang, NU Online
Isu adanya tsunami masih menghantui warga Jawa Timur (Jawa Timur). Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jatim mengerahkan para ulama untuk membantu menenangkan warga dari isu yang tidak jelas datangnya tersebut.
"Tanpa diminta pemerintah, PWNU Jatim telah melakukan usaha untuk menenangkan warga dari isu tsunami. Kita tenangkan warga agar jangan terburu-buru panik dengan kabar tsunami," kata Ketua PWNU Jatim, KH Ali Maschan Moesa, kepada wartawan usai menghadiri seminar di Universitas Negeri Malang, Rabu (26/7)
Menurut Ali, demikian panggilan akrabnya, belum maksimalnya upaya pemerintah untuk menenangkan warga menjadi alasan utama hingga pihaknya mengerahkan para ulama untuk menenangkan warga yang berada di sekitar pesisir.
"Bahkan, kita telah mengirimkan surat kepada ulama-ulama yang berada di pesisir Jatim untuk ikut menenangkan warga dan menemui kepala-kepala desa yang di sekitar pesisir," ungkap Ali.
Menanggapi bencana alam yang akhir-akhir ini terus melanda Indonesia, Ali meminta agar pemerintah bersikap lebih proposional karena selama ini masyarakat kurang mendapat penjelasan mengenai penyebab bencana alam yang terjadi secara beruntun.
"Ada ketidakjujuran pemerintah yang akhirnya membuat masyarakat Jatim mudah takut jika ada isu akan terjadi gempa dan badai tsunami," terangnya.
Ali berharap dengan sikap proporsional dan kejujuran pemerintah mengenai tragedi bencana alam gempa dan tsunami maka masyarakat tidak dicekam rasa ketakutan yang berlebihan. "Struktur alam di Indonesia telah mengalami degradasi, dan ini harus dijelaskan kepada masyarakat. Tidak ada yang perlu ditutupi," katanya. (rif)
Terpopuler
1
Cinta kepada NU: Lutut Soekarno dan Lutut Saya di Muktamar
2
Menkeu Suahasil: Keuangan Negara Harus Bisa Jalankan Program Prioritas Pemerintah
3
Prabowo Bicara Ketahanan di BRICS, Rakyat Indonesia Masih Menghirup Asap Karhutla
4
Menteri Agama Lantik Basnang Said Jadi Dirjen Pesantren Pertama
5
Di KTT BRICS, Prabowo Dorong Global South Bersatu
6
Data Antrean Haji Dibersihkan, Masa Tunggu Faktual Diperkirakan 14-15 Tahun
Terkini
Lihat Semua