Iran Tegaskan Belum Akan Bernegosiasi dengan AS Sebelum Syarat Terpenuhi
NU Online · Rabu, 16 September 2026 | 22:00 WIB
Husnul Khotimah
Kontributor
Jakarta, NU Online
Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran, Mohsen Rezaee, menyampaikan pernyataan tegas bahwa Iran menolak negosiasi dengan Amerika Serikat sebelum syarat-syarat Iran terpenuhi.Â
"Tidak ada pembicaraan sampai syarat-syarat Iran terpenuhi. Titik!" tegas Rezaee dalam unggahan akun X miliknya, dikutip NU Online pada Rabu (16/9/2026).
Rezaee juga meminta publik agar tidak terkecoh oleh sinyal politik yang kontradiktif. Hal tersebut menanggapi pernyataan Presiden AS Donald Trump yang dinilainya terus berubah-ubah, dari semula menolak jalur diplomasi hingga mendadak menyatakan kesiapan untuk membuka dialog.
"Jangan terganggu oleh sinyal campur aduk dari presiden AS, dari 'tidak ada negosiasi' hingga 'kami siap bicara," ujar Rezaee.
Ia juga menyoroti bahwa peta kekuatan strategis di kawasan vital yang berkaitan dengan jalur distribusi minyak dan selat-selat strategis telah berubah.
"Taruhannya di sekitar minyak dan selat telah berubah. Pengendalian kerusakan tidak akan menghentikan apa yang akan datang," ungkapnya.
Senada, Menteri Luar Negeri Iran Seyed Abbas Araghchi turut menepis klaim yang menyebut Iran tidak mampu membela diri dan berada dalam posisi lemah.
"Fiktif Iran tidak mampu membela diri. Fakta: Ratusan situs militer AS hancur berkeping-keping; puluhan pesawat terbakar," tulis Araghchi dalam akun X.
Araghchi juga mengunggah tangkapan layar dari dokumen resmi Lead IG Report to the U.S. Congress terkait Operation Epic Fury (periode 1 April–30 Juni 2026). Dokumen laporan Pentagon alias US CENTCOM tersebut mencatat rincian kerusakan pada fasilitas serta aset militer AS akibat serangan Iran.
​Dalam data tabel tersebut tercatat sejumlah kerugian aset udara Amerika, diantaranya hancurnya beberapa unit F-15E, puluhan drone MQ-9 ISR, helikopter tempur, hingga kerusakan pada jet tempur siluman F-35A dan pesawat tanki KC-135.
Respons pihak Iran tersebut menanggapi Presiden Donald Trump yang sebelumnya mengklaim bahwa pihak Iran dalam posisi terdesak dan berhasrat mencapai kesepakatan diplomasi secara cepat.
"Negara Iran yang sedang gagal ingin membuat kesepakatan, secara cepat dan mendesak. Saya yang akan menentukan apakah AS akan memilih untuk terlibat atau tidak - yang pada prinsipnya kami terbuka untuk itu," tulis Trump melalui akun Truth Social resmi @realDonaldTrump miliknya.Â
Selain itu, Trump juga menyentuh isu keamanan jalur perdagangan minyak di Selat Hormuz. Ia menuntut negara-negara dunia memberikan ganti rugi kepada AS atas peran militer Washington dalam mengamankan jalur pasokan energi global tersebut
"Minyak mengalir melalui Selat Hormuz. Negara-negara di dunia, yang sama sekali tidak membantu kami, harus dan akan mengganti rugi kepada Amerika Serikat jika konflik ini telah usai. Kami melakukan ini jauh lebih banyak untuk orang lain daripada untuk diri kami sendiri, dan kami telah melakukannya selama bergenerasi-generasi!" ungkap Trump.
Terpopuler
1
Cinta kepada NU: Lutut Soekarno dan Lutut Saya di Muktamar
2
Menkeu Suahasil: Keuangan Negara Harus Bisa Jalankan Program Prioritas Pemerintah
3
Prabowo Bicara Ketahanan di BRICS, Rakyat Indonesia Masih Menghirup Asap Karhutla
4
Menteri Agama Lantik Basnang Said Jadi Dirjen Pesantren Pertama
5
Di KTT BRICS, Prabowo Dorong Global South Bersatu
6
Data Antrean Haji Dibersihkan, Masa Tunggu Faktual Diperkirakan 14-15 Tahun
Terkini
Lihat Semua