Pengasuh pondok pesantren al-Ishlah Tembalang Semarang, KH Budi Harjono mengungkapkan sebagai orang awam menjadi sholih (orang baik) sudahlah cukup. Artinya, tidak perlu muluk-muluk ingin setara dengan strata keimanan seorang wali maupun Nabi. Apalagi kadar keimanan Muslim selalu berpindah-pindah, sulit untuk Istiqamah.
"Bagi saya menjadi menjadi sholih, orang baik dalam arti yang sangat umum sudahlah cukup tidak usah neko-neko ingin imannya ajeg. Saya kira hal tersebut akan disusah dilakukan apalagi bagi orang awam," katanya dalam Majlis Taklim dan Shalawat "Kenduri Syafaat" di pondok pesantren Nailun Najah desa Kriyan kecamatan Kalinyamatan, Senin (28/3).
/> Menurutnya untuk menjadi sholih dalam arti umum bisa dilakukan dengan menjalankan perintah Allah dan menjauhi larangannya. "Implementasi taqwa bagi saya sudah cukup untuk menjadi sosok yang sholih," tuturnya.
Sementara pengasuh pondok pesantren Nailun Najah, Gus Muhammad saat ditemui NU Online mengatakan kegiatan tersebut bertujuan untuk memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW. Sehingga sebelum Pengajian Dialogis yang disampaikan Kyai Budi diawali terlebih dahulu dengan pembacaan Maulid Nabi diiringi dengan tabuhan rebana.
Sebelumnya Sabtu malam (26/3) ditempat yang sama, tambahnya dilaksanakan donor darah bekerjasama dengan Palang Merah Indonesia (PMI) Cabang Jepara dan pemutaran film edukatif. (qim)
Terpopuler
1
PWNU dan PCNU Se-DIY Tolak Politik Uang dalam Proses Muktamar NU
2
Data Terbaru Gempa M7,7 NTT: 54 Meninggal Dunia, 199 Luka-Luka, 9 Ribu Warga Mengungsi
3
Lima Kelompok Ini Perlu Jadi Perhatian NU dalam Putusan Muktamar Ke-35 di Tambakberas
4
RAPBN 2027 Dana Pendidikan Rp240 Triliun untuk MBG, JPPI: Jangan Pelintir Putusan MK
5
Jelang Muktamar Ke-35 NU, PBNU Bakal Cek Kesiapan Lokasi dan Istighotsah Terbatas di Jombang pada 20 Agustus 2026
6
Iuran Lomba 17 Agustus: Gotong Royong atau Justru Bisa Jadi Judi? Ini Batas Hukumnya
Terkini
Lihat Semua