Jakarta, NU Online
Saat ini rakyat mendampakan pemimpin, bukan pemimpi. Hal itu disampaikan oleh Peneliti Center for Strategic and International Studies J Kristadi dalam Talkshow Pemilu Presiden 2004: Masa Depan Konsolidasi Demokrasi”, Rabu,(9/6) Jakarta.
“Bagaimana gula selundupan dapat diatasi, bagaimana petani dapat memperoleh pupuk, itulah yang diinginkan oleh rakyat, bukan sekedar janji” ungkapnya.
Oleh karena itulah, kampanye presiden yang saat ini dilaksanakan di berbagai tempat kurang mendapat respon dari masyarakat. Hal ini disebabkan banyak dari visi dan misi para capres dianggap terlalu bombastis.
<>Saat ini, lokasi kampanye yang banyak dikunjungi oleh capres malah pasar atau pesantren. Di pasar, para capres mungkin melihat realitas kehidupan masyarakat yang nyata, walaupun sebenarnya hal itu belum mencukupi.
Kampanye Megawati di Gelora Pancasila Surabaya hari ini bahkan hanya dikunjungi 1000 orang, akan tetapi ketika ia mengunjungi pasar Turi, ia diserbu oleh massa yang antusias kepadanya sehingga Paspamres terpaksa mengamankannya.
Hal serupa dialami oleh Amin Rais. Ia mendapat sambutan meriah ketika akan menghadiri debat capres di UI dengan menggunakan kerata api ekonomi di stasiun Manggarai. Ia diserbu massa yang ingin menyalaminya.(mkf)
Terpopuler
1
PBNU Umumkan Susunan Kepengurusan 2026–2031 Hari Ini
2
Kabar Baik, Kemenhaj Turunkan Masa Tunggu Haji Jadi 14 Tahun
3
Bijak Menyikapi Tahlilan dan Sedekah untuk Mayit di Tengah Ekonomi Sulit
4
Gus Kikin: Hubungan Indonesia-Palestina Terjalin Panjang Sejak Perjuangan KH Hasyim Asy’ari
5
Hari Ke-15 Pencarian Korban KMP Virgo Transport 8 Tenggelam: 2 Jenazah Ditemukan, 69 Masih Hilang
6
25 Kader Pasukan Inti Taiwan Dibaiat, Gus Nabil: Bersiaplah Menjadi Ksatria Khidmah
Terkini
Lihat Semua