Rapat Paripurna Loloskan Hak Interpelasi Lumpur Lapindo
NU Online · Selasa, 19 Juni 2007 | 07:39 WIB
Jakarta, NU Online
Di tengah polemik mengenai perlu-tidaknya Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menyampaikan langsung tanggapan pemerintah terhadap hak interpelasi DPR terkait dukungan pemerintah terhadap Resolusi Dewan Keamanan (DK) No.1747 mengenai pengembangan nuklir Iran, pemerintah menghadapi tantangan baru dengan bergulirnya hak interpelasi mengenai lumpur Lapindo.
Adanya usul hak interpelasi itu disampaikan Ketua DPR Agung Laksono dalam rapat paripurna DPR di Gedung DPR/MPR Jakarta, Selasa (19/6). Rapat Paripurna kemudian memutuskan agar usul itu dibahas dalam rapat Badan Musyawarah (Bamus) DPR.
Bamus akan menentukan jadwal mengundang pemerintah untuk memberi tanggapan atas hak interpelasi tersebut. Demikian sumber Antara melaporkan.
Saat ini, pemerintah dan DPR masih berpolemik mengenai perlu-tidaknya Presiden hadir langsung dalam menyampaikan tanggapan pemerintah terkait hak interpelasi terhadap Resolusi DK PBB No.1747. Rapat Paripurna DPR pada 5 Juni gagal karena DPR menolak kehadiran Menteri Polhukam Widodo AS yang mewakili Presiden.
Akhirnya diputuskan dalam Rapat Bamus pada 14 Juni bahwa jadwal mengundang kembali Presiden akan ditetapkan dalam Rapat Bamus pada 21 Juni 2007. Namun sebelum ditetapkan jadwal dalam rapat Bamus 21 Juni, pimpinan DPR dan Presiden diminta melakukan pertemuan.
Pertemuan antara pimpinan DPR dengan Presiden telah dilakukan pada Senin (18/6) malam di Kantor Kepresidenan, tetapi gagal mencapai kesepakatan.
Kedua pihak akan melanjutkan pertemuan pekan ini.
Kepada pers, Agung Laksono mengharapkan, pertemuan lanjutan antara pimpinan DPR dengan Presiden dilakukan di Gedung DPR/MPR. (dar)
Terpopuler
1
Sidang Pleno Muktamar NU Sepakati Ketum PBNU Dipilih melalui AHWA
2
KH Miftachul Akhyar Resmi Terpilih Menjadi Rais Aam PBNU Masa Khidmah 2026–2031
3
AHWA Tetapkan Gus Kikin sebagai Ketua Umum PBNU Masa Khidmah 2026-2031
4
Terpilih, Ini Profil 9 Anggota AHWA Muktamar Ke-35 NU
5
Gus Yahya Minta Massa Pendukung Gus Yusuf Tenang: Potensi Besar Harus Tetap Diakomodasi untuk NU
6
Profil KH Nurul Huda Djazuli Ploso, Anggota Ahwa yang Fokus Belajar dan Mengajar
Terkini
Lihat Semua