Rebut Suara Nandhliyyin, PPP Jatim Deklarasikan Ikatan Santri Ka'bah
NU Online · Ahad, 23 Desember 2007 | 11:43 WIB
Surabaya, NU Online
DPW PPP Jatim akan mendeklarasikan Ikatan Santri Kaâbah (ISKA) dalam rangka menjalankan amanat DPP PPP, agar Jatim bisa meraih suara 15 persen pada Pemilu 2009 mendatang.
Wakil Sekretaris DPW PPP Jatim, Yusuf Hidayat di Surabaya, Minggu, mengatakan pendirian ISKA akan dideklarasikan di Surabaya (30/12) mendatang bersamaan dengan refleksi akhir tahun yang digelar DPW PPP Jatim.
"Pendirian ISKA ini merupakan satu-satunya lembaga yang lahir dari PPP Jatim, selama ini PPP sudah memiliki sejumlah ormas underbouw seperti GPK, GMPI, AMK dan GMPI," ujar alumni Fisipol Undar Jombang ini.
Tujuan pendirian ISKA, lanjut Yusuf, untuk melakukan gerakan kultural agar PPP bisa merebut kembali aspirasi dan suara kaum nahdliyin yang selama ini diabaikan oleh partai-partai lain.
"Kami mengharapkan lembaga ini bisa menjadi infrastruktur baru bagi PPP Jatim, yang bisa membangun jaringan (networking) dengan kalangan santri dan kyai di pesantren dan alumni pesantren yang sudah banyak jumlahnya," katanya.
Yusuf mengharapkan agar alumni sejumlah pesantren seperti Pesantren Tebuireng, Pesantren Sukorejo, Pesantren Darulâ Ulum, Pesantren Tambakberas dan pesantren-pesantren lainnya bisa dihimpun untuk memperjuangkan umat Islam.
"Refleksi kebangsaan dijadwalkan akan menghadirkan Wakil Ketua Umum DPP PPP, Ghozin Chumaidi, Pimpinan Pesantren Tebuireng, KH Sholahuddin Wahid dan Ketua DPW PPP Jatim, Ir HM Farid Al Fauzi MM," katanya.
Usai deklarasi pengurus ISKA akan melakukan "road swhow" ke makam Kyai Bisri Syamsuri di Pesantren Denanyar yang merupakan pencipta lambang Kaâbah, ke makam KH Hasyim Asyari, di Tebuireng, makam KH Ridwan, pencipta lambang NU dan pejuang PPP Surabaya, KH Mujib Ridwan di makam Tembok Surabaya.
ISKA dipimpin Yusuf Hidayat, Sekretaris, Saiful alumni Pesantren Al Amin Sumenep dan bendahara, Abdul Wahid. ISKA rencananya juga akan dideklarasikan di sepuluh Daerah Pemilihan (Dapil) yang ada di Jatim. (ant/eko)
Terpopuler
1
Muktamar ke-35 NU Digelar 1-5 Agustus 2026, Penentuan Tuan Rumah Gunakan Empat Kriteria
2
KH Nurul Huda Djazuli: Saya Cinta NU, Saya Tak Ingin Melihat Pengurus Bertengkar, NU dan Pesantren Harus Menguatkan
3
Seruan 13 Kiai Sepuh tentang AHWA Jelang Pembukaan Munas dan Konbes NU 2026
4
Rais Aam PBNU Kembali Gunakan Bahasa Arab dalam Khutbah Iftitah Munas-Konbes NU 2026
5
Ketum PBNU: Barokah Kiai Sepuh, Munas dan Konbes NU di Ploso Berjalan Sukses
6
Sidang Pleno II Munas-Konbes, Ketum PBNU Sebut Pelatihan Kader NU Jadi Fondasi Meritokrasi
Terkini
Lihat Semua