Ribuan Jamaah Sholat Ghoib, Masjid Al-Munawwaroh Gelar Tahlil 7 Hari
NU Online · Jumat, 28 Oktober 2011 | 09:44 WIB
Jakarta, NU Online
Dalam rangka turut serta mendoakan Almarhumah Hj. Siti Anisah Syakur binti H. Syafi'i, ibunda dari Ibu Nyai Hj. Shinta Nuriyah, Masjid Al-Munawwaroh Ciganjur menggelar Sholat Ghoib seusai sholat Jum'at. Sholat Ghoib ini diikuti oleh ribuan jamaah sholat Jum'at siang tadi (28/10).
Selain menggelar Sholat Ghoib untuk mertua KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) ini, Masjid Al-Munawwaroh juga menggelar Tahlil selama tujuh hari. Terhitung sejak semalam hingga malam kamis minggu depan. Tahlil untuk Hj. Anisah ini dilaksanakan ba'dal maghrib.<>
Demikian dinyatakan oleh Imam Rowatib Masjid Al-Munawwaroh Ustadz Ahsin kepada NU Online, Jum'at (28/'10). "Bahkan secara otomatis hitungannya dapat dikatakan menjadi delapan hari karena malam Jum'at minggu depan juga digelar tahlilan seperti semalam."
Menurut Ahsin, Tahlil ini digelar di Masjid Al-Munawwaroh atas instruksi dari Ibu Nyai Hj. Shinta Nuriyah Abdurrahman Wahid. "Jadi maksudnya sekalian dipusatkan di Masjid, karena di Ndalem (rumah kediaman -red) sendiri sedang sepi. Ibu Shinta berada di Jombang untuk menghormat Ibundanya."
"Alhamdulillah jamaah tetap Masjid Al-Munawwaroh dan masyarakat sekitar setia mengikuti acara tahlil hingga selesai. Semoga malam-malam berikutnya, tahlil tetap dapat digelar dengan khusyu' lancar dan tertib," tandas Ahsin.
Hj. Siti Anisah Syakur ibunda dari Hj Shinta Nuriyah yang wafat sekitar pukul 15.00 WIB di kediamannya Jl. Juanda Jombang dalam usia 85 tahun. Almarhumah meninggalkan 9 putra putri dan 26 cucu. Rencananya, Almarhumah dimakamkan Jum'at pagi sekitar pukul 08.00 WIB di Komplek Pemakaman Keluarga, Jl. Juanda Jombang.
Penulis : Syaifullah Amin
Terpopuler
1
LF PBNU Umumkan 1 Dzulqadah 1447 H Jatuh pada Ahad 19 April
2
17 Kader NU Diwisuda di Al-Ahgaff, Ketua PCINU Yaman Torehkan Terobosan Filologi
3
Mengapa Tidur setelah Subuh Sangat Berbahaya bagi Tubuh?
4
Hukum Senang atas Wafatnya Muslim Lain karena Perbedaan Mazhab, Bolehkah?
5
LF PBNU Rilis Data Hilal Awal Dzulqa’dah 1447 H, Berpotensi Jatuh pada 19 April
6
Bahas Konflik Iran, Ketum PBNU Lanjutkan Safari Diplomatik ke Dubes China
Terkini
Lihat Semua