Banda Aceh, NU Online
Gubernur Prov. Nanggroe Aceh Darussalam (NAD) selasa malam tadi (05/10) membuka acara Konferwil Ke-XI NU NAD di Aula Arafah Embarkasi Haji Aceh. Dalam kata sambutannya Gubernur mengharapkan peran ulama ke depan di Aceh khususnya dalam pasca konflik di Aceh sangat diperlukan guna memulihkan rasa trauma melalui pendekatan-pendekatan agama.
Gubernur juga berterima kasih atas partisipasi ulama NU dalam menyelesaikan konflik di Aceh selama ini telah membawa pencerahan terhadap pemikiran masyarakat Aceh yang selama ini dibungkam dengan janji-janji kosong GAM.
<>Pada sambutan sebelumnya dari PB NU yang diwakili oleh Dr. H. Andi Jamaro Dulung mengatakan bahwa NU selaku wadah kaum ulama berasaskan Aswaja tidak menutup pintu dalam menyikapi berbagai masalah yang menimba bangsa ini. NU tetap pada komitmen bahwa selalu menjadi pengawas bangsa dan menjadi pendamping setia Pemerintah.
Sedangkan Ketua Tanfizhiyah NU (Drs. H.M Nur Ismail, LML) masa Khidmad 1999-2004 dalam sambutannya memaparkan kondisi intern dan ektern NU NAD yang selama ini mengalami pasang surut, dan mengharapkan pada pengurus ke depan siapapun yang terpilih harus memegang teguh etika kaum ulama.
M.Nur Ismail menambahkan bahwa pengurus akan datang harus segera melaksanakan program pembangunan Lembaga Pendidikan Mahdad Ali yang telah dicanangkan pengurus sebelumnya, (masa khidmad 1999-2004 -- red).
Sementara ditempat terpisah, Ketua Panitia Pelaksana H.Nurdin M.Yusuf Dewantara, MM menyebutkan bahwa konferensi kali ini berbeda dengan konferensi sebelumnya yang dilaksanakan secara formalitas saja, namun pada konferwil kali ini panitia melaksanakan kegiatan dengan meriah dan punya gaung di seluruh seantero NAD.
Bursa Calon
Sampai tadi malam bursa calon yang muncul ada empat nama yang dijagokan sebagai ketua syuriah dan tanfiziyah. Keempat nama kandidat yang menjadi buah bibir kaum ulama dilingkungan NU adalah Drs. HM. Nur Ismail, LML (Ketua Tanfiziyah masa khidmad lalu), Tgk. H. Nuruzzahri (Pimpinan Ponpes Umul Ataimi/Dayah Mudi Mesra Samalanga Bireuen), Tgk. H. Syukri Daud, BA dan Ir. Zainul Arifin PP (Wakil Tanfiziyah Masa khidmad yang lalu). Keempat bursa calon tersebut dibenarkan mantan Khatib NU NAD Drs. H. Abdullah Basyah, BA.
Namun sampai berita ini diturunkan, belum nampak suasana yang alot dan belum ada bergaining-bergaining yang menghebohkan. Kondisi demikian diakibatkan kurangnya promosi baik bursa calon maupun dalam hal kegiatan lainnya.
âSuasana seperti yang kita lihat faktor utamanya dipengaruhi oleh kondisi daerah yang belum begitu kondusif. Hal ini juga tidak terpengaruh pada prosesi pelaksanaan konferwilâ, Ujar Beunyamin, S.PdI.
Kontributor :Muntadhar
Terpopuler
1
Muktamar ke-35 NU Digelar 1-5 Agustus 2026, Penentuan Tuan Rumah Gunakan Empat Kriteria
2
KH Nurul Huda Djazuli: Saya Cinta NU, Saya Tak Ingin Melihat Pengurus Bertengkar, NU dan Pesantren Harus Menguatkan
3
Seruan 13 Kiai Sepuh tentang AHWA Jelang Pembukaan Munas dan Konbes NU 2026
4
Rais Aam PBNU Kembali Gunakan Bahasa Arab dalam Khutbah Iftitah Munas-Konbes NU 2026
5
Ketum PBNU: Barokah Kiai Sepuh, Munas dan Konbes NU di Ploso Berjalan Sukses
6
Sidang Pleno II Munas-Konbes, Ketum PBNU Sebut Pelatihan Kader NU Jadi Fondasi Meritokrasi
Terkini
Lihat Semua