Sahal Mahfudz: Muktamar Akan Satukan Warga NU
NU Online · Rabu, 29 September 2004 | 13:23 WIB
Jakarta, NU Online
Rais Aam Syuriah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Muhammad Achmad Sahal Mahfudz menyatakan, muktamar ke-31 NU yang akan dilaksanakan di Solo pada 28 November-2 Desember mendatang akan menyatukan warga NU (nahdliyin) yang sebelumnya saling berbeda pandangan selama proses pemilihan presiden.
"Muktamar nanti akan menyatukan kembali warga NU. Nanti akan terjadi rekonsiliasi dengan sendirinya," kata Kiai Sahal kepada wartawan usai memimpin rapat gabungan Dewan Syuriah dan Tanfidziyah PBNU membahas persiapan muktamar di kantor PBNU, Jakarta, Rabu.
<>Pernyataan pemimpin tertinggi PBNU tersebut menjawab pertanyaan wartawan tentang kemungkinan muktamar NU yang akan digelar di Asrama Haji Donohudan, Solo nanti mengagendakan rekonsiliasi bagi warga NU yang sempat terpecah akibat pandangan dan pilihan yang berbeda terkait pemilihan presiden yang lalu.
Majunya Ketua Umum PBNU KH Achmad Hasyim Muzadi sebagai calon wakil presiden berpasangan dengan calon presiden dari PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri sempat memunculkan pro-kontra di kalangan nahdliyin, termasuk para ulamanya, meski yang bersangkutan dinyatakan non aktif selama proses pilpres berlangsung.
Pro-kontra tersebut berdampak pada kalahnya perolehan suara pasangan Mega-Hasyim dari pasangan Susilo Bambang Yudhoyono-Muhammad Jusuf Kalla pada sejumlah daerah yang selama ini justru dikenal sebagai kantung NU, terutama di wilayah "tapal kuda" Jawa Timur, seperti Pasuruan, Situbondo, Probolinggo dan Banyuwangi.
Oleh karena itu sejumlah kalangan di NU mengusulkan perlunya rekonsiliasi sehingga organisasi sosial keagamaan yang memiliki jumlah massa terbesar di Indonesia itu bisa kembali utuh dan muktamar mendatang dinilai sebagai ajang yang tepat untuk melaksanakan agenda rekonsiliasi tersebut.
Namun, Kiai Sahal yang saat ini juga menjabat sebagai Ketua Umum Dewan Pimpinan Majelis Ulama Indonesia (MUI) tersebut memiliki pandangan lain, yakni rekonsiliasi di antara warga NU tidak perlu diagendakan secara khusus dalam muktamar mendatang karena akan terjadi dengan sendirinya.
"Dalam muktamar nanti semua akan kumpul, jadi rekonsiliasi akan terjadi dengan sendirinya. Wong Pak Hasyim mantu (menikahkan anaknya) kemarin semua kumpul," kata pengasuh Pondok Pesantren Maslakul Huda, Kajen Margoyoso, Pati, Jawa Tengah tersebut.
Pada bagian lain, menjawab pertanyaan wartawan Kiai Sahal menyatakan muktamar tidak akan membahas lagi ketentuan menyangkut keterlibatan pengurus NU dalam politik praktis meski terbukti masih muncul masalah ketika hal itu terjadi dengan alasan aturan tersebut sudah ada dan cukup jelas. "Tidak ada (pembahasan lagi). Sudah ada patokannya, sudah tegas. Masalahnya pada manusianya bukan pada aturannya," kata Kiai Sahal.(an/mkf)
Terpopuler
1
Muktamar ke-35 NU Digelar 1-5 Agustus 2026, Penentuan Tuan Rumah Gunakan Empat Kriteria
2
KH Nurul Huda Djazuli: Saya Cinta NU, Saya Tak Ingin Melihat Pengurus Bertengkar, NU dan Pesantren Harus Menguatkan
3
Seruan 13 Kiai Sepuh tentang AHWA Jelang Pembukaan Munas dan Konbes NU 2026
4
Rais Aam PBNU Kembali Gunakan Bahasa Arab dalam Khutbah Iftitah Munas-Konbes NU 2026
5
Ketum PBNU: Barokah Kiai Sepuh, Munas dan Konbes NU di Ploso Berjalan Sukses
6
Sidang Pleno II Munas-Konbes, Ketum PBNU Sebut Pelatihan Kader NU Jadi Fondasi Meritokrasi
Terkini
Lihat Semua