Allah adalah Dzat Yang Mutlak. Allah tidak membutuhkan teman untuk menguhkan eksistensinya. Allah juga tidak membutuhkan kawan untuk berunding. berbeda dengan manusia yang membutuhkan kawan dan pendamping untuk mencapai cita-cita dan mencurahkan isi hatinya.
Manusia juga membutuhkan temkan untuk meneguhkan eskistensinya. termasuk membutuhkan musuh sebagai bahan berinteraksi dan menemukan jatidirinya. karenanya, menikah adalah cara yang ditentukan oleh Allah untuk mencari pendamping dan meneguhkan eksistensi seseorang melalui pembentukan keluarga dan melanjutkan keturunan atau generasi.<>
Demikian dinyatakan Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Said Agil Sirajd dalam ceramah akad nikah salah seorang pengurus Pucuk Pimpinan Lajnah Ta'lief wan Nasr (LTN-NU), Ulil Hadrawi di Jakarta, (7/8). Menurut Said Agil, Islam juga mengakui sahnya pernikahan yang diselenggarakan oleh agama-agam lain.
"Kalau ada orang Kristen atau Budaha misalnya, yang kemudian masuk Islam, padahal mereka sudah beranak pinak, maka mereka tidak perlu mengulangi pernikahannya secara Islam. Islam mengakui ikatan pernikahan yang diselenggarakan oleh agama lain yang bertujuan untuk melindungi kesucian keturunan mereka," terang Said Agil.
lebih lanjut Said Agil menjelaskan, Dalam Islam pernikahan merupakan sebuah prosesi yang memiliki dimensi spiritual sangat tinggi. Sehingga setelah seseorang menikah, ia memiliki tanggungjawab langsung kepada Allah atas seseorang yang sebelumnya haram disentuhnya. (min)
Terpopuler
1
Diduga Tertipu Program MBG, 13 Pengasuh Pesantren Minta Pendampingan ke LBH Ansor
2
Pelaku Pelecehan Santriwati di Pati Sudah Dinonaktifkan
3
Jadwal Puasa Sunnah Selama Mei 2026
4
KPAI Desak Proses Hukum Tegas Kekerasan Seksual terhadap 17 Santri di Ciawi Bogor
5
Hari Buruh 2026: Prabowo Wacanakan Penurunan Potongan Aplikator Ojol hingga di Bawah 10 Persen
6
10 Tuntutan BEM SI dalam Aksi Hari Pendidikan Nasional 2026 di Jakarta
Terkini
Lihat Semua