Warta

Santri Harus Bahu Membahu Membangun Bangsa

NU Online  ·  Sabtu, 29 November 2008 | 09:22 WIB

Jakarta, NU Online
Kalangan santri harus terus bahu-membahu membangun bangsa dan negara ini. Ukhuwah islamiyah atau tali silaturrahim, komunikasi dan kerjasama di kalangan santri diharapkan semakin erat.

Demikian disampaikan Pimpinan Pondok Modern Gontor, KH Abdullah Syukri Zarkasyi, dalam acara Silaturahim Nasional (Silatnas) Keluarga Besar Pondok Modern Gontor, di Jakarta, Sabtu (29/11).<>

"Kami berharap dengan acara ini alumni Gontor akan saling mendukung dalam membangun bangsa dan negara serta masyarakat yang adil, makmur, dan aman," kata Pak Syukri, demikian KH Abdullah Syukri Zarkasyi akrab dipanggil.

Saat ini alumni Pondok Modern Gontor tersebar di berbagai bidang kehidupan dan pengabdian di masyarakat, mulai dari dunia pendidikan, agama, politik, sosial, budaya hingga dunia usaha, baik di tingkat daerah, nasional bahkan internasional.

Pak Syukri berharap, tali silaturahim di kalangan santri semakin erat. "Semua alumni pesantren harus meningkatkan peran dan fungsinya untuk bangsa dan negara, tetap berkepribadian santri. Sudah menjadi pejabat tetap harus memelihara kesantriannya, moralnya," katanya.

Sekitar 3.000 alumni menghadiri acara ini. Acara diawali dengan Pelantikan Pengurus Ikatan Pengurus Keluarga Pondok Modern (IKPM) DKI Jakarta. IKPM adalah organisasi silaturahim antara alumni Gontor yang ada di hampir semua kota dan provinsi di Indonesia, bahkan di dunia.

Dr M. Aminuddin, usai dilantik menjadi Ketua Ikatan Keluarga Pondok Pesantren Modern Gontor (IKPM) menyatakan, saat ini ada 12.000 alumni pondok pesantren modern Gontor yang tersebar di Jakarta.

Pondok Pesantren Modern Gontor didirikan sejak tahun 1926 dan saat ini telah memiliki ratusan cabang.

Sejumlah tokoh nasional tercatat sebagai alumni pesantren ini antara lain Maftuh Basyuni (Menteri Agama), Hidayat Nur Wahid (Ketua MPR), Dien Syamsuddin (Ketua PP Muhammadiyah), dan Lukman Hakim Saefuddin (Politisi PPP). Ketua Umum PBNU KH Hasyim Muzadi juga pernah nyantri di pesantren ini. (nam)

Gabung di WhatsApp Channel NU Online untuk info dan inspirasi terbaru!
Gabung Sekarang