Kendati Walikota Serang Tb Haerul Jaman menyatakan bahwa peraturan walikota tentang larangan Ahmadiyah di Kota Serang belum ditandatangani. Pihaknya berjanji akan segera menandatanganinya. Dengan adanya tujuh jamaah Ahmadiyah dari satu keluarga yang taubat ternyata salah satu warga Kota Serang. Hal ini menadakan bahwa Jamaah Ahmadiyah di Kota Serang masih ada.
Ketujuh anggota JAI yang merada di wilayahnya tersebut, telah menyatakan kembali kepada ajaran Islam dengan mengucapkan syahadat di Masjid As-Sajadah belum lama ini, kompleks PU Cipocok Jaya, dengan disaksikan pengurus Majelis Ulama Indonesia Kecamatan Cipocok Jaya. Mereka masing-masing yakni Nurhaman (kepala keluarga), Titin Satinah (istri), Yusfinah, Mahindra, Mahdian Tahir, Mahdi Mubarok, dan Mahdiaz Haifdz (anak).
;
Nurhaman mengatakan, kembali kepada ajaran Islam yang benar atas kemauan sendiri dan tidak ada paksaan dari siapapun. "Walupun sebelumnya kami memang pernah mendapat intimidasi dari masyarakat," ujar Nur Haman usai membaca syahadat. Hadir pada kesempatan itu Camat Cipocok Jaya Syafruddin, Kapolsek Cipocok Jaya AKP Zulfakar, sejumlah tokoh masyarakat, dan warga kompleks.
Nurhaman kini merasa lebih tenang. Ia mengaku masuk Ahmadiyah saat masih di Jakarta setelah diberi tahu ada nabi baru setelah Nabi Muhammad SAW. Karenanya ia mengikuti ajaran Ahmadiyah dengan nabi bernama Mirza Ghulam Ahmad. "Semoga warga masyarakat sini, bisa menerima kami sebagai keluarga. Karena kami menginginkan kedamaian," ujar Nurhaman kepada NU Online, Rabu (13/4).
Sementara Camat Cipocok Jaya Syafruddin menjelaskan, pelaksanaan pertaubatan satu keluarga jamaah Ahmadiyah merupakan hasil kerja sama berbagai pihak dalam melakukan pembinaan. Dari empat kelurahan di kecamatannya diduga merupakan basis Ahmadiyah. "Diperkirakan jumlahnya lebih dari 20 orang," imbuh Syafruddin, seraya menambahkan jika melihat data, di Cipocok Jaya Kota Serang merupakan kecamatan yang paling banyak penganut Ahmadiyah, namun aktivitas Ahmadiyahnya tersebut tidak terlihat. (zen)
Terpopuler
1
Orang Wajib Zakat Fitrah Tapi Juga Boleh Menerima?
2
Perang Iran dan Israel-AS Berdampak Global, Ketua Umum PBNU Desak Perdamaian
3
Makna Keterpilihan Mojtaba Khamenei sebagai Pemimpin Tertinggi Iran
4
Cendekiawan Malaysia Syed Naquib Alatas Meninggal Dunia dalam Usia 94 Tahun
5
Standar Ganda Sekutu dalam Perang Israel-AS vs Iran
6
Syed Muhammad Naquib al-Attas: Cendekiawan tanpa Telepon Genggam
Terkini
Lihat Semua