Jakarta, NU Online
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menyatakan akan membuka kembali kedutaan besar Indonesia yang ada di Irak yang selama ini ditutup akibat konflik yang melanda negeri tersebut.
Pernyataan ini merupakan respon atas permintaan dari delegasi Irak dalam dialog dengan dengan 25 eminent person yang mengikuti International Conference of Islamic Scholars (ICIS) III seusia pembukaan sebagaimana diceritakan oleh Ketua PBNU Rozy Munir yang mengikuti dialog tersebut.
Dalam forum tersebut, delegasi Irak juga menjelaskan saat ini sejumlah kelompok yang berkonflik di Irak sudah mengupayakan adanya penyatuan kembali untuk meningkatkan stabilitas di negeri seribu satu malam ini. “Mereka berharap Indonesia berperan aktif dalam upaya peningkatan perdamaian ini,” kata Rozy.
Presiden juga menyatakan Indonesia akan semakin aktif melibatkan diri dalam upaya perdamaian dunia. Salah satunya adalah penambahan pasukan perdamaian sebanyak 300 orang di Lebanon yang sebelumnya berjumlah seribu orang.
Sejumlah ulama yang mengikuti dialog tersebut diantaranya adalah Ayatullah Tazkiri dari Iran, Wahbah Zuhaili dari Syiria, Maqsood Ahmed dari Inggris, wakil dari Sudan, Tunisia, Lebanon dan negara lainnya. (mkf)
Terpopuler
1
AHWA Tetapkan Gus Kikin sebagai Ketua Umum PBNU Masa Khidmah 2026-2031
2
Usai Gus Kikin Terpilih, Ini Susunan Tim Formatur PBNU Masa Khidmah 2026-2031
3
Profil Gus Kikin yang Terpilih Jadi Ketum PBNU Hasil Muktamar Ke-35
4
Rais Aam Terpilih Setujui Lima Calon Ketua Umum PBNU, Musyawarah Penentuan Segera Dimulai
5
Ketum PBNU Terpilih Gus Kikin: Qanun Asasi Bakal Jadi Pedoman Perjalanan NU Abad Kedua
6
Gus Kikin Sampaikan Pidato Perdana Usai Terpilih Jadi Ketua Umum PBNU 2026-2031
Terkini
Lihat Semua