Sidang Komisi Qonuniyyah Alot tapi Adem
NU Online Ā· Kamis, 25 Maret 2010 | 13:34 WIB
Pelaksanaan sidang komisi Qonuniyyah yang membahas peraturan perundang-undangan di ruang makan 4 Asrama Haji Sudiang Makassar, Kamis (25/3) berjalan alot tapi adem. Mereka saling mengangkat tangan untuk menyampaikan pendapatnya, sejak sidang dimulai pukul 14.00 hingga 17.00 Wita
āItu bagian dari dinamika demokrasi Nahdliyin era kini,ā ujar pimpinan sidang Prof Dr H M. Ridwan Lubis usai memimpin sidang.<>
Akibat banyak materi yang di bahas serta banyaknya interupsi, menjadikan siding berlarut-larut. Tiap masal minimal memakan waktu 3 menit. Sehingga siding selama 3 jam itu baru satu materi pembahasan yakni Qawaidut Taqnin Nahdlatul Ulama atau kaidah penyusunan perundang-undangan menurut NU. Sidang pun terpaksa ditunda karena Muktamirin harus melakukan sholat Ashar dan berbenah diri sampai pukul 19.00 Wita.
Menurut Prof Ridwan, pentingnya pembahasan Komisi Qonuniyah dikarenakan NU harus member sumbangan yang lebih besar pada bangsa ini. Baik yang bersifat pusat maupun daerah.agar sejalan hokum Islam yang rahmatan lil alamin dan dalam bingkai NKRI. āPilihan Pancasila sebagai harga mati harus terus dipertahankan,ā tandasnya.
Jalan yang ditempuh, lanjut Ridwan, yakni pertama mengkritisi undang-undang yang sudah ada kita kritisi bagian mana yang kurang cocok bagi kepentingan umat. Kedua, mengajukan konsep usulan undang-undang baru agar dibahas oleh badan legislative nasional sebagai hokum yang positif. Dan ketiga, mengingatkan warga Nahdliyin agar adalah menjadi tugas kita mempertahankan nilai-nilai Islam bagian dari mempertahankan NKRI.
Sidang yang dipimpin Prof Dr HM Ridwan Lubis dengan sekretarisĀ H Ahmad Zubaidi MA dan Anggota H Muhammad Fajrul Falaakh, SH, MA,Ā KH Safruddin, Dr H Wahiduddin Adams SH MA dan Dr dr H SyahrizalĀ Ā serta Drs H Saifullah Maksum akan dilanjutkan pada pukul 20.00 Wita. (was)
Terpopuler
1
Kapan Lebaran 2026? Berikut Data Hilal 1 Syawal 1447 H oleh LF PBNU
2
Khutbah Idul Fitri 1447 H: Dari Ramadhan menuju Ketakwaan dan Kepedulian Sosial
3
Hilal Belum Penuhi Imkanur Rukyah, PBNU Harap Kemenag Konsisten pada Kriteria MABIMS
4
Khutbah Jumat: Urgensi Iātikaf di Masjid 10 Malam Terakhir Ramadhan
5
Aktivis KontraS Andrie Yunus Disiram Air Keras Usai Hadiri Siniar
6
Khutbah Jumat: Menggapai Lailatul Qadar di Sepuluh Malam Terakhir Ramadhan
Terkini
Lihat Semua