Jakarta, NU Online
Derasnya arus mudik ke berbagai daerah dan kampung serta berjubelnya jalan dan kendaraan ternyata tidak setara dengan semaraknya silaturrahim lebaran. Para pemudik hanya merasa perlu mengunjungi keluarga inti, selebihnya mereka pergi ke tempat-tempat rekreasi dan membelanjakan uang sehabis-habisnya.
āTernyata orang kota yang mudik itu telah dihingapi virus individualisme yang tinggi, sesuai dengan karakter masyarakat industri. Semangat komunitas dan komunal mereka rendah,ā kata Ulil Hadrawi, Pengurus Pusat Lajnah Taālif wan Nasyr Nahdlatul Ulama (PP LTN-NU) kepada NU Online di Jakarta, Jumāat (26/10).
<>Hadrawi menilai, semangat komunal sebenarnya masih ada di antara para memudik. Tetapi oleh para pimpinan kelompok dan para pimpinan agama semangat silaturrahim itu tidak dipupuk dan dibina, sehingga mereka menjadi individualis. Apalagi dengan semangat pragmatisme yang kuat, maka punahlah tradisi silaturrahim yang menurut Islam memiliki nilai sangat tiunggi.
Dia mengkritik para mualigh yang di masjid dan di televisi kurang menyentuh pentingnya menjalin ukhuwah islamiyah dan ukhuwah wathoniah yang dibangun melalui silaturrahim. Disarankan agar kenyataan ini menjadi perhatian para pimpinan agama.
āTanpa adanya ukhuwah baik Islamiyah maupun wathoniah kehidupan bersama yang sejahtera sulit diwujudkan. Sementara silaturrahim sangat penting dalam integrasi sosial, sehingga masyarakat tidak mudah dipengaruhi oleh dorongan negatif, tidak mudah konflik atau terjerumus pada kriminalitas, karena di situ ada etika dan sekaligus kontrol sosial,ā katanya.
Etika dan kontrol sosial itu dengan sendirinya sudah memasuki wilayah agama, karenanya kalangan agama terutama organisasi besar seperti Nahdlatul Ulama (NU) sangat perlu untuk terus mendorong pentingnya silaturrahim. Kalaupun tidak bisa dilakukan setiap haru atau setiap bulan, minimal dilakukan setahun sekali.
āMudik lebaran yang menghabiskan dana besar-besaran itu harus memiliki nilai positif dan produktif baik secara sosial maupun ekonomi. Di situlah syiāar Islam yang dirayakan melalui lebaran idul fitri memiliki arti,ā kata Hadrawi.(dam)
Terpopuler
1
Syuriyah PBNU Harapkan Muktamar Ke-35 Digelar di Pesantren dengan Dua Kriteria
2
Khutbah Jumat: Menumbuhkan Empati dan Solidaritas Sosial Melalui KurbanĀ
3
Khutbah Idul Adha 2026: Menguatkan Solidaritas Melalui Semangat Berbagi
4
Rapat Pleno PBNU: Munas dan Konbes Digelar 20-21 Juni 2026, Lokasi Diputuskan Menyusul
5
Khutbah Jumat: Meraih Pertolongan Allah dengan Membantu Sesama
6
Khutbah Idul Adha 2026: Gotong Royong dalam Pengelolaan Kurban
Terkini
Lihat Semua