Sistem keuangan Islam semakin populer dan diminati negara non-Islam karena terbukti memberikan keadilan. Demikian dikatakan Dekan Fakultas Takaful International Centre for Education In Islamic Finance, (INCEIF) Malaysia, Prof Datuk DR Syed Othman Al Habshi di Medan, Ahad (25/5).
"Kepopuleran dan minat yang tinggi kepada sistem ekonomi atau keuangan Islam itu ditandai dengan tumbuh suburnya lembaga keuangan yang menggunakan sistem syariah dan termasuk tingginya minat mempelajari ekonomi Islam itu sendiri," katanya.<>
Menurut Othman, sistem syariah yang berkembang selama ini lebih banyak diterapkan bank-bank asing dan mendapat respon positif nasabah non-muslim. INCEIF sendiri, kata dia, mulai dibanjiri mahasiswa asal negara non-Islam dari Amerika Serikat, Jepang, Korea, Hong Kong, dan Rusia yang bertujuan untuk mempelajari ekonomi/keuangan Islam.
Bahkan INCEIF diminta bekerjasama dengan berbagai univeristas di berbagai negara untuk membuka kelas untuk program itu dan kerjasama itu sudah dilakukan termasuk di Universitas Airlangga Surabaya, Universitas Hasanuddin, Makasar, dan Universitas Indonesia, Jakarta menyusul Universitas Sumatera Utara (USU) yang sudah melakukan MoU.
"Prinsip ekonomi Islam sudah sejajar dan bahkan lebih berkembang cepat dari prinsip konvensional dan kini menjadi alternatif utama di lembaga keuangan," katanya.
Sistem keuangan Islam diperkirakan akan terus tumbuh dan berkembang menjadi kekuatan baru di bidang perekonomian dunia. Dia memberi contoh, Sukuk yang dijadikan cara untuk mengumpulkan modal juga sudah ditiru dan diterapkan di berbagai negara non-Islam seperti Jepang.
Sementara Dekan Fakultas Ekonomi USU, Jhon Tafbu Ritonga, mengatakan, pihaknya akan mengimplementasikan MoU USU dan INCEIF itu dengan membuka kelas tersendiri bagi mahasiswa calon sarjana (S1), pascasarjana (S2) dan lainnya untuk program studi perekonomian/keuangan Islam. (kom/dar)
Terpopuler
1
Ancam Ekosistem Pertembakauan, Lesbumi PBNU Tolak Rancangan Aturan Kemenko PMK dan Kemenkes soal Tembakau
2
Kapten Timnas Iran Kritik FIFA, Sebut Piala Dunia 2026 'Bencana' dan Berjalan Tidak Adil
3
Pemerintah Tetapkan Logo Resmi HUT ke-81 RI, Ini Makna Desain dan Cara Unduhnya
4
DPR Desak Latsarmil Calon Manajer Kopdes Dihapus, Negara Bisa Hemat Lebih dari Rp1 Triliun
5
Hari Bhayangkara Ke-80, Presiden Prabowo Klaim Polri Berkontribusi pada Ketahanan Pangan dan MBG
6
Rais Syuriah PBNU Ingatkan Pengurus PWNU Aceh: Jangan setelah Dilantik Malah Jadi Urusan
Terkini
Lihat Semua