Walikota Mekkah Osama al-Bar menyadari bahwa dirinya akan menghadapi banyak tantangan dan kritik dari masyarakat yang tak menginginkan pembangunan yang direncanakannya akan merusak sejarah kota dan membuat segalanya terlihat modern.
Namun al-Bar menganggap kritikan ini tidak adil, karena beberapa bagian bersejarah kota Mekkah takkan diubah. Al-Bar memastikan esensi ibadah haji di mana umat Islam melakukan napak tilas perjuangan Nabi Ibrahim takkan berubah.<>
"Bagian terpenting seperti masjid serta gua-gua suci takkan kami ubah. Tempat-tempat ini historis, akan kami pertahankan hingga akhir jaman," papar al-Bar kepada stasiun televisi al-Jazeera.
Lebih lanjut, Al-Bar menegaskan ibadah haji yang merupakan Rukun Islam ke-5, takkan bisa dilakukan dengan jumlah Muslim yang semakin banyak dan mereka harus berdesakan di jalanan yang kecil.
"Perubahan ini hanya pada permukaannya saja. Seperti moda transportasi, kenyamanan masyarakat yang akan meningkat, serta lingkungan yang sangat mendukung bagi pelaksanaan ibadah ini," pungkasnya. (min)
Terpopuler
1
PWNU Jateng Deklarasikan Muktamar Ke-35 NU yang Jujur, Bersih, Terbuka, Beradab
2
Data Terbaru Gempa NTT: 78 Meninggal Dunia, 907 Luka-Luka, 92 Ribu Warga Mengungsi, 4.256 Gempa Susulan
3
Karhutla Ancam Kalimantan, Pantauan Satelit BNPB Temukan 1.487 Titik Panas
4
Khidmah NU di Akar Rumput: Ketangguhan Keluarga menuju Indonesia Emas
5
Data Terkini Gempa NTT: 87 Meninggal Dunia, 1.298 Luka-Luka, dan 150 Ribu Warga Mengungsi
6
PBNU Perluas Kolaborasi untuk Transformasi Pesantren
Terkini
Lihat Semua