Walikota Mekkah Osama al-Bar menyadari bahwa dirinya akan menghadapi banyak tantangan dan kritik dari masyarakat yang tak menginginkan pembangunan yang direncanakannya akan merusak sejarah kota dan membuat segalanya terlihat modern.
Namun al-Bar menganggap kritikan ini tidak adil, karena beberapa bagian bersejarah kota Mekkah takkan diubah. Al-Bar memastikan esensi ibadah haji di mana umat Islam melakukan napak tilas perjuangan Nabi Ibrahim takkan berubah.<>
"Bagian terpenting seperti masjid serta gua-gua suci takkan kami ubah. Tempat-tempat ini historis, akan kami pertahankan hingga akhir jaman," papar al-Bar kepada stasiun televisi al-Jazeera.
Lebih lanjut, Al-Bar menegaskan ibadah haji yang merupakan Rukun Islam ke-5, takkan bisa dilakukan dengan jumlah Muslim yang semakin banyak dan mereka harus berdesakan di jalanan yang kecil.
"Perubahan ini hanya pada permukaannya saja. Seperti moda transportasi, kenyamanan masyarakat yang akan meningkat, serta lingkungan yang sangat mendukung bagi pelaksanaan ibadah ini," pungkasnya. (min)
Terpopuler
1
Prof Ainun Na'im, Guru Besar Akuntansi yang Jadi Bendahara Umum PBNU
2
Innalillahi, Mustasyar PBNU Nyai Machfudhoh Aly Ubaid Wafat
3
Jejak Karier Mohammad Nuh: Dari Menteri hingga Katib Aam PBNU 2026-2031
4
Hukum Menyalakan Kembang Api di Malam Hari
5
Timnas Indonesia Juara FIFA ASEAN Cup 2026 usai Kalahkan Thailand Lewat Adu Penalti
6
KH Abdul Hakim Mahfudz: Memimpin Tebuireng, PWNU Jatim, hingga PBNU
Terkini
Lihat Semua