SMA Darul Ulum Terpilih sebagai Sekolah Berstandar Internasional
NU Online · Senin, 26 November 2007 | 22:47 WIB
Jombang, NU Online
Satu lagi pengakuan diberikan untuk unit pendidikan yang dikelola Pondok Pesantren Darul Ulum Rejoso, Peterongan, Jombang. Kali ini pengakuan diberikan oleh perwakilan Cambridge International di Jakarta. Penghargaan diberikan untuk SMA Darul Ulum 2 yang dinilai telah memenuhi standar internasional.
Penyerahan sertifikat Centre International Cambridge atau CIC sebagai bentuk pengakuan sekaligus penghargaan itu diberikan pada hari Selasa (20/11) lalu di Pesantren Darul Ulum.
âKami sangat bersyukur, dikarenakan dipilihnya kami sebagai CIC ini melalui proses tahapan yang cukup panjang,â kata Dr HM Zulfikar Asâad, MMR, putra kedua KH Asâad Umar, yang juga Pengawas Pendidikan Darul Ulum.
âTentu saja itu bisa kami tempuh setelah kami terpilih menjadi satu-satunya sekolah SNBI milik swasta oleh Depdiknas dua tahun yang lalu,â lanjut Gus Ufik, sapaan akrabnya.
Sertifikat berlabel internasional itupun disambut bahagia dan haru oleh Ketua Umum MPP Darul Ulum KH Muh Asâad Umar. Demikian juga para pimpinan Darul Ulum yang lain seperti KH Dimyati Romly, SH (Koordinator Pendidikan) dan KH Cholil Dahlan (Sekretaris Umum Darul Ulum).
âInsyaallah ini adalah bentuk penghargaan dan prestasi yang sangat bermakna bagi beliau. Dan ini merupakan salah satu buah dari hasil kerja keras yang dirintis beliau sejak pertama kali mencetuskan SMA Darul Ulum 2 sebagai Sekolah Unggulan pada th. 1994,â demikian disampaikan Gus Ufik.
Menurut alumnus Pascasarjana UGM ini, dengan menerima sertifikat sebagai Centre International Cambridge, yang ditandatangani oleh Chief Executive Cambridge University ini, artinya SMA Darul Ulum 2 dapat melaksanakan ujian sertifikasi yang mendapat pengakuan dari seluruh perguruan tinggi secara internasional secara langsung dan mandiri. Juga bisa berkomunikasi secara online antar CIC di seluruh dunia melalui CIE DIRECT.
âSelain itu juga mendapatkan program CAMEO sebagai database seluruh program, serta untuk guru-guru dapat menjadi anggota aktif Teaching Supporting Teachers yang berpusat di Cambridge University Inggris,â kata Ir M Aspiyak, MPdI, Kepala Sekolah SMA Darul Ulum 2.
Untuk mengikuti sertifikasi Cambridge ini, menurut Gus Ufik, pihaknya melakukan persiapan yang matang, berkaitan dengan kompetensi siswa maupun guru-guru melalui berbagai pelatihan. Tahapan-tahapan persiapan dan pembinaan bagi siswa juga berjalan sangat intensif. Dengan mempertimbangkan berbagai hal, tidak semua siswa dapat mengikuti program ini.
Sekadar gambaran, saat ini ada 20 siswa telah lolos untuk mengikuti 5 bidang studi, yaitu matematika, fisika, kimia, biologi dan Bahasa Inggris pada level IGCSE (International General Certification of Secondary Education). Bahkan dengan ditetapkannya sebagai CIC ini, sekolah SMA DU 2 juga diijinkan untuk memberikan kesempatan kepada siswa dari sekolah lain yang berminat untuk mengikuti program itu di sekolah tersebut.
âKeuntungannya adalah apabila dinyatakan lulus, siswa dapat langsung memilih perguruan tinggi di negara manapun sesuai dengan yang diinginkan,â jelas menantu dari Brigjen TNI KH Sullam Syamsun itu. (sbh)
Terpopuler
1
Muktamar ke-35 NU Digelar 1-5 Agustus 2026, Penentuan Tuan Rumah Gunakan Empat Kriteria
2
KH Nurul Huda Djazuli: Saya Cinta NU, Saya Tak Ingin Melihat Pengurus Bertengkar, NU dan Pesantren Harus Menguatkan
3
Seruan 13 Kiai Sepuh tentang AHWA Jelang Pembukaan Munas dan Konbes NU 2026
4
Kepada Pengurus NU, KH Nurul Huda Djazuli: Tetap Ikhlas demi Menghidupkan NU
5
Rais Aam PBNU Kembali Gunakan Bahasa Arab dalam Khutbah Iftitah Munas-Konbes NU 2026
6
Ketum PBNU: Barokah Kiai Sepuh, Munas dan Konbes NU di Ploso Berjalan Sukses
Terkini
Lihat Semua